Berharap Ramadan membawa perubahan, tapi merasa tetap di tempat yang sama
Beberapa bulan terakhir ini benar-benar berat - aku jatuh ke dalam kemalasan, sering ketinggalan sholat wajib, nilai-nilaiku merosot, dan terlalu kecanduan sama ponsel dan makan berlebihan. Aku bahkan mulai menjauh dari kelas Quran-ku dan bergumul dengan pengaruh-pengaruh negatif. Masalah keluarga juga jadi beban berat, dan air mata jadi teman yang lumrah. Di lubuk hati, aku tahu semua ini karena aku menjauh dari Allah. Bahkan saat aku coba perbaiki diri, aku terus terpeleset lagi. Aku pikir Ramadan bakal jadi titik baliknya - bahwa aku akan kembali terhubung dengan Allah dan melihat perubahan nyata dalam diriku. Tapi ini aku, masih saja menunda-nunda sholat dan susah fokus saat Tarawih. Rasanya menyakitkan; kadang rasanya seolah nggak ada bedanya antara aku dan bisikan-bisikan Setan. Hatiku terasa tertutup - aku nggak bisa nangis saat sholat atau dengar Quran, dan aku takut menyia-nyiakan bulan yang diberkahi ini. Aku benar-benar butuh bantuan, wahai saudara-saudaraku yang baik. Kalau kalian punya saran, tolong bagi-bagi - apa pun mungkin bisa membantu. Dan kalo memungkinkan, aku akan berterima kasih sekali kalau bisa dihubungkan dengan seorang Imam untuk bimbingan. Semoga Allah mudahkan jalan kita semua.