Ada pemikiran tentang pesan Nabi setelah membaca-baca-apa pendapat kalian?
Assalamu alaykum, saya sedang menyelidiki beberapa kritik umum tentang kenabian Nabi Muhammad tercinta (ﷺ) dan menemukan beberapa poin yang sangat menonjol. Salah satu argumen adalah bahwa beliau mungkin mengincar kekuasaan atau hanya ingin memperbaiki moral masyarakat. Tapi kalau dipikir-pikir, itu nggak masuk akal. Beliau ditawari kepemimpinan, kekayaan, dan pernikahan untuk menghentikan pesannya, tapi beliau menolak semuanya. Malahan, beliau mengalami pengasingan, boikot, bahkan ancaman pembunuhan. Kalau tujuannya kekuasaan, kenapa menolak tawaran nyata dan memilih penderitaan? Lalu ada gagasan bahwa beliau menggunakan agama murni untuk reformasi sosial. Kalau memang begitu, kenapa beliau mendorong tauhid ketat di tempat yang penuh penyembahan berhala? Mencampurkan beberapa berhala atau membuat yang baru pasti akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan dukungan orang. Bertahan pada satu Tuhan menunjukkan bahwa beliau benar-benar percaya dengan apa yang dikatakannya. Ada yang bilang beliau mungkin tulus tapi delusi. Tapi nggak ada dalam hidupnya yang menunjukkan itu. Wahyunya jelas dan konsisten, dan beliau memimpin orang dengan bijak, tetap tenang, dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan jiwa. Gimana itu cocok dengan orang yang delusi? Yang lain mengklaim beliau semacam jenius puisi tak disengaja yang menulis Quran tanpa menyadarinya. Seorang pria buta huruf, tanpa latihan puisi, tiba-tiba menghasilkan karya bahasa Arab paling luar biasa yang bahkan penyair terbaik pun nggak bisa menandingi? Dan itu baru dimulai di usia 40-an, dengan gaya yang benar-benar berbeda dari cara bicara biasanya, datang kepadanya di waktu-waktu tertentu seperti wahyu? Itu nggak bisa dipertahankan. Jadi, kalau kita lihat ketulusannya, pikiran jernihnya, dan kemustahilannya menjadi master sastra tanpa sadar, penjelasan paling sederhana adalah yang beliau berikan: beliau benar-benar Rasulullah. Apa pendapat kalian tentang ini?