Membimbing Putraku dalam Perjalanan Iman
As-salamu alaykum, saya telah memperhatikan minat anak saya yang semakin besar terhadap iman kita yang indah akhir-akhir ini. Dia berusia delapan tahun dan meminta topi namaz baru untuk Ramadan tahun ini. Kami pergi berbelanja bersama dan dia memilih topi katun putih sederhana tapi elegan dengan hiasan yang bagus. Melihatnya berdoa mengenakan topi itu, begitu fokus dan serius, sangat menyentuh hati. Ini mengingatkan saya ketika ayah saya mengajar saya cara berdoa. Momen-momen kecil seperti ini antara generasi sangatlah istimewa. Topi itu sendiri tidak memiliki kekuatan magis, tapi merupakan simbol yang bermakna dari niat dan rasa hormat kita terhadap doa. Simbol-simbol seperti ini mengingatkan kita bahwa kita adalah bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri. Anak saya sangat memperhatikan topinya, melipatnya dengan benar setelah berdoa dan menjaganya tetap bersih. Dia bahkan bertanya apakah dia bisa mengenakannya ketika kami makan malam hari Minggu di rumah neneknya, dan saya senang mengatakan ya. Hubungan kita dengan iman tidak seharusnya terbatas hanya pada waktu-waktu berdoa saja. Beberapa anggota keluarga telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa dia menjadi terlalu serius tentang agama di usia yang masih muda, tapi saya melihat seorang anak muda menemukan jalannya dan menemukan identitasnya melalui iman. Peran saya adalah untuk mendukung dan membimbingnya, bukan untuk mengendalikan perjalanannya. Pembicaraan kami tentang iman sangat berharga bagi saya. Terkadang dia bertanya pertanyaan yang tidak saya punya jawabannya, tapi kita belajar dan bertumbuh bersama. Saya telah menemukan beberapa topi doa buatan tangan dan barang-barang keagamaan yang indah secara online yang membantu menghubungkan anak saya dengan warisan dan imannya. Alhamdu lillah untuk berkat-berkat kecil seperti ini.