Sibuk hidup atau sibuk mati [CERITA]
As-salamu alaykum. Salah ketik karena saya nggak tahu yang diperbolehkan. Postingan saya sering dihapus meski nggak melanggar aturan... Anyway Beberapa hari yang lalu, saat dalam depresi yang menyeramkan, saya menyadari harus memberi diri saya ultimatum. Saya ingat sebuah kalimat dari film dan entah bagaimana itu cocok dengan apa yang saya rasakan. Sungguh nggak ada gunanya terjebak di tengah-tengah, dan ada kedamaian aneh dalam memutuskan untuk diri sendiri. Saya sudah menghabiskan bertahun-tahun merasakan kekosongan yang nggak bisa saya jelasin dan merasa muak dengan orang-orang. Tapi saya juga punya alasan yang nyata untuk terus melanjutkan. Saya lagi nyetir dan punya pikiran yang mengganggu saat kalimat itu muncul, dan itu bikin saya sadar bahwa hidup di tengah-tengah itu bisa menghasilkan seni dan tulisan yang kuat. Banyak orang berbakat yang nggak exactly cinta hidup. Semakin banyak yang kamu pahami, terkadang semakin sulit untuk merasa puas. Saya rasa saya sudah menemukan cara untuk mengubah kesedihan saya menjadi pemberontakan kecil melawan kebosanan hidup. Melepaskan sedikit bisa terasa membebaskan. Mengakui betapa anehnya dunia ini dan memilih untuk terlibat di dalamnya bikin saya merasa hidup. Orang-orang yang paling saya kagumi tampaknya menemukan diri mereka dengan melakukan hal serupa. Sekarang, di waktu luang saya, saya nyobain hal-hal baru, memperhatikan detail kecil yang memberi makna pada hidup. Mempelajari fakta-fakta aneh, mempelajari keterampilan acak. Aturan sederhana: LAKUKAN YANG KAMU INGINKAN TANPA MENYAKITI ORANG LAIN DENGAN SENGAJA. KITA TERLALU MUDAH MENGHALANGI DIRI SENDIRI DARI KEHEBATAN. Semoga Allah membimbing siapa saja yang merasa rendah dan membantu mereka menemukan tujuan. Semoga ini juga membantu seseorang bangkit dari keterpurukan.