Buat siapa pun yang punya pertanyaan atau keraguan tentang Yesus (ʿĪsā), semoga damai selalu menyertai dia.
As-salāmu ʿalaykum. Saya bukan nulis buat berdebat atau menghina kepercayaan siapa pun. Ini ditujukan untuk orang-orang yang tulus ingin belajar tentang siapa Yesus dengan melihat langsung ke dalam kitab suci, bukan perasaan, budaya, atau ide yang diwariskan. Ketika kita membandingkan Alkitab dan Al-Qur'an dengan hati-hati, muncul gambaran yang jelas dan konsisten tentang peran Yesus. 1. Yesus mengajak orang untuk menyembah Satu Tuhan Yesus mengajarkan monoteisme yang murni: “Dengarlah, hai Israel: Tuhan kita, Tuhan itu satu.” (Markus 12:29). Dia tidak bilang orang untuk menyembah dirinya; dia mengulang pesan Musa dan para nabi lainnya. Al-Qur'an juga mencatat dia mengatakan orang harus menyembah Allah (Al-Qur'an 5:72). 2. Yesus hidup dengan kebutuhan manusia Alkitab menunjukkan Yesus makan dan merasa lelah: “Dia mengambilnya dan memakannya di depan mereka.” (Lukas 24:42–43); “Yesus, yang lelah karena perjalanan, duduk di dekat sumur.” (Yohanes 4:6). Makan dan kelelahan adalah atribut manusia; Tuhan tidak memilikinya. Al-Qur'an mengungkapkan poin yang sama: Sang Mesias adalah seorang utusan dan mereka berdua makan makanan (Al-Qur'an 5:75). 3. Yesus berdoa dan tunduk pada Tuhan “Dia jatuh dengan wajahnya ke tanah dan berdoa.” (Matius 26:39). Doa adalah ibadah, dan yang berdoa tunduk pada Tuhan, bukan sebaliknya. 4. Yesus bilang Tuhan lebih besar dari dirinya “Bapa lebih besar dari saya.” (Yohanes 14:28). Jika Tuhan adalah kesatuan absolut, Dia tidak bisa lebih besar dan tidak lebih besar dari diri-Nya sendiri. 5. Yesus tidak tahu tentang Hari Kiamat “Tidak ada yang tahu hari atau jam itu… bahkan Anak pun tidak.” (Markus 13:32). Pengetahuan yang sempurna adalah milik Tuhan; kurangnya pengetahuan tentang Hari Kiamat menunjukkan batasan manusia. 6. Yesus tidak pernah bilang, “Sembahlah saya” atau “Saya Tuhan” Gak ada ayat jelas di mana Yesus bilang, “Saya Tuhan, sembahlah saya.” Al-Qur'an menjelaskan bahwa seorang manusia yang diberikan kitab suci dan kenabian tidak akan bilang orang untuk menyembah dirinya daripada Allah (Al-Qur'an 3:79). 7. Yesus bilang dia diutus oleh Tuhan “Tuhan yang satu-satunya nyata, dan Yesus Kristus yang Kau utus.” (Yohanes 17:3). Seseorang yang diutus berbeda dari yang mengutus. 8. Al-Qur'an mendefinisikan peran Yesus dengan jelas “Sesungguhnya, saya adalah hamba Allah. Dia telah memberikan saya kitab suci dan menjadikan saya seorang nabi.” (Al-Qur'an 19:30). 9. Kelahiran yang ajaib tidak berarti ketuhanan Yesus lahir secara ajaib tanpa seorang ayah, tapi Adam diciptakan tanpa orang tua. “Perumpamaan Yesus di hadapan Allah adalah seperti Adam.” (Al-Qur'an 3:59). Mukjizat menunjukkan kekuasaan Allah, bukan bahwa orang tersebut adalah ilahi. Kesimpulan Jika kita membaca kitab suci dengan jujur dan tanpa ide yang sudah ada sebelumnya, kesimpulan yang konsisten adalah: Yesus (semoga damai atasnya) adalah hamba Allah, seorang nabi, dan seorang guru yang mengajak orang untuk menyembah Hanya kepada Satu Tuhan. Pandangan ini tidak merendahkan Yesus; ini menghormatinya seperti dia menghormati Tuhannya. Semoga Allah memandu kita semua ke kebenaran. Damai dan berkah untuknya.