Diterjemahkan otomatis

Mencari Ketenangan Setelah Kehilangan Ayahku

Assalamu alaikum. Ayahku meninggal dunia lima hari yang lalu, membuat kami hancur hati. Beliau mengalami serangan jantung dan pneumonia, dan seminggu terakhir menjalani perawatan di alat bantu hidup. Selama masa itu, jantungnya berhenti berdetak tiga kali, sampai akhirnya ibuku-semoga Allah memberi kekuatan padanya-meminta para dokter untuk menghentikan CPR karena hanya memperpanjang penderitaannya tanpa harapan. Beliau menghembuskan napas terakhir dengan tenang di ruang rumah sakit, ditemani ibu dan saudara laki-lakiku, sementara aku tiba setengah jam kemudian. Dua tahun terakhir, beliau juga berjuang melawan demensia, dan itu sendiri sudah merupakan cobaan berat. Kepada siapa pun yang pernah kehilangan orang tua, bagaimana kalian menemukan kesabaran dan menanggung rasa sakit ini? Aku sedang mencari nasihat dan penghiburan dari saudara-saudariku sesama iman.

+44

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberikannya Jannah dan memberikan kesabaran kepada keluargamu. Keputusan ibumu sangatlah berani. Aku kehilangan ayahku tahun lalu, dan jujur, sekadar membicarakannya dengan keluarga sedikit membantu. Rasa sakitnya tidak hilang, tapi berubah. Mengirimkanmu rasa kasih.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ceritamu bikin mataku berlinang air. Semoga dia tenang beristirahat.

0
Diterjemahkan otomatis

Menyedihkan banget. Aku kasih virtual hug ya. Seiring waktu, semuanya pasti makin ringan, aku janji.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar