Menemukan Cara Keluar dari Kecanduan Pornografi - Assalamu alaikum
Assalamu alaikum. Kecanduan tuh ada banyak bentuknya, dan yang berkaitan dengan nafsu dan pornografi bisa bener-bener nyakitin iman sama karakter kita. Aku mau berbagi sesuatu yang udah bantu banyak orang - baik yang beriman maupun yang enggak. Allah mengarahkan aku ke sini, dan itu banyak mengubah hidupku. Semoga ini juga bisa bantu orang lain yang lagi berjuang. Langkah pertama adalah menyadari bahwa ini bukan cuma masalah fisik - ini juga ada di hati dan pikiran. Terus-terusan ngasih keinginan rendah bikin hati kita ternoda dan membuat kita jadi egois. Kita mulai mengejar kesenangan kita sendiri di atas segalanya. Kayak banyak orang, aku pikir cuman butuh kekuatan kemauan, rutinitas yang ketat, atau disiplin buat ngatasin ini. Setiap kali aku terjatuh lagi. Aku sadar ini bukan sekedar kebiasaan buruk - rasanya itu seperti pikiranmu sendiri yang meyakinkanmu untuk melakukan apa yang kamu tahu bakal merugikanmu. Pas kamu pikir udah lewat, suara itu dorong kamu buat menyerah dan kamu nemuin diri kamu bingeing. Kedengeran akrab? Begitulah cara kerja nafs al-ammarah. Jadi, ketika dirimu sendiri tampak mengkhianatimu, ke mana kamu melangkah? Kita kembali kepada Allah dengan penyerahan yang tulus. Kita mengakui bahwa kita enggak bisa mengendalikan segalanya sendirian dan menyerah pada bimbingan-Nya. Itulah arti sejati dari menjadi seorang Muslim - menyerah dengan tulus. Ketulusan berarti melepaskan keinginan egois, bukan hanya nafsu, tapi juga semua keinginan kecil yang menarik kita menjauh dari Allah. Alih-alih berdoa hanya minta pekerjaan, mobil, atau pasangan, coba deh doa kayak gini: “Ya Allah, aku serahkan diriku dalam perlindungan-Mu. Petunjukilah aku dan gunakan aku sesuai yang Engkau tahu terbaik. Bebaskan aku dari egoisme agar aku bisa hidup seperti yang Engkau inginkan. Bantu aku menghadapi perjuanganku agar orang lain bisa melihat rahmat-Mu bekerja melalui diriku.” Jenis penyerahan yang tulus kayak gini bisa bawa perubahan yang nyata. Para wali (awliya) hidup seperti ini. Ketika kita berhenti memaksakan untuk mengendalikan setiap hasil dan menerima hidup sesuai kehendak Allah, kita menemukan ketenangan di dalam diri - rida bil-qadr, keridhaan terhadap ketentuan Allah. Kalau kamu mau sumber yang praktis, coba cari Plain Language Big Book - ini ditulis oleh orang non-Muslim, tapi banyak isinya yang selaras dengan ajaran Islam tentang penyerahan dan pemulihan. Banyak yang merasa ini membantu bersamaan dengan iman mereka. Kalau ada yang mau ngobrol tentang ini atau punya pertanyaan, jangan ragu buat hubungi. Kamu enggak sendirian - semoga Allah memberi kita kekuatan dan ketulusan.