saudara
Diterjemahkan otomatis

Merasa tersesat dan mencari bimbingan: Renungan tentang masa lalu dan mencari jalan yang lebih baik

Assalamu'alaikum semua, aku beneran nggak tahu lagi harus kemana untuk minta nasihat. Saat ini aku nggak bisa akses konseling profesional, dan aku merasa bahkan orang-orang yang kuhormati di komunitas mungkin nggak sepenuhnya mengerti betapa dalam pergumulan yang kualami. Melihat ke belakang, aku sadar sudah lama jadi orang yang sangat egois. Bahkan setelah memeluk Islam dua tahun lalu, kebiasaan lama yang serakah dan mementingkan diri sendiri masih bertahan. Aku gagal dalam tanggung jawabku, menyakiti perasaan orang dekat, menghakimi orang lain, dan mengabaikan kewajibanku pada keluarga. Aku juga bergumul dengan kejujuran. Ketakutanku bukan karena kesalahanku akan terbongkar, tapi karena aku merasa nggak layak mendapat maaf. Bayangan menghadap rahmat Allah terasa salah saat kupikirkan orang-orang baik yang sudah kusakiti-kekuranganku membuat mereka terluka, dan sekedar minta maaf sering terasa kurang. Aku banyak berdoa belakangan ini, berharap bisa melakukan pengorbanan besar untuk menebus kesalahan masa lalu, tapi lalu aku khawatir keinginan itu pun cuma bentuk ego lain, mencoba merasa jadi 'pahlawan' ketimbang benar-benar berubah. Orang-orang yang peduli padaku telah menderita karena ulahku. Walau aku nggak melakukan kejahatan besar, dalam hati aku tahu telah menyalahgunakan kepercayaan dan punya potensi menyakiti. Seandainya diberi lebih banyak kuasa atau pengaruh, aku takut akan menyalahgunakannya. Ada saat-saat di mana mengakhiri pergumulan ini terasa menggiurkan, tapi aku tahu itu jalan kabur pengecut. Itu cuma akan membebankan masalahku ke orang lain-keluarga, teman, dan komunitasku. Aku nggak mau kegagalanku memberi citra buruk pada agama Islam yang indah ini. Aku berusaha berpegang pada harapan dan mencari cara untuk benar-benar bertobat dan jadi lebih baik, demi Allah dan orang-orang di sekitarku.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Perjuangan ini memang nyata. Namun menyadari kerusakan yang telah kamu sebabkan adalah langkah pertama untuk membuat perbaikan yang nyata. Tetap kuat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu sadar tentang ego kamu bahkan dalam ingin melakukan kebaikan menunjukkan kesadaran diri yang besar. Itu tanda pertumbuhan, insya Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Syaitan ingin kamu merasa tidak layak mendapat ampunan. Jangan biarkan dia menang. Postingmu menunjukkan hati yang sungguh-sungguh.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini adalah renungan yang kuat dan jujur. Semoga Allah mempermudah urusanmu dan menganugerahkan taubat yang tulus. Selangkah demi selangkah, saudaraku.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menerima taubatmu. Fokus saja untuk menjadi lebih baik hari ini daripada kemarin. Itu sudah cukup.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, takut pada egomu sendiri itu pertanda kamu berada di jalan yang benar. Jangan putus asa. Tobat itu sebuah perjalanan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu itu pemberani. Terus aja bikin doa. Rahmat Allah lebih besar dari segala dosa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kekhawatiranmu terhadap niatmu menunjukkan ketulusan. Percayalah pada rencana Allah dan terus berusaha. Hanya itu yang bisa kita lakukan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar