saudara
Diterjemahkan otomatis

Merasa Tersesat dan Mempertanyakan Nilai Diri Saya

Assalamualaikum semua. Semoga kalian dalam keadaan baik insya'Allah. Aku perlu mengeluarkan unek-unek ini karena rasanya aku sudah hampir mencapai batas. Aku mulai bekerja saat umur 19 karena ayahku membantuku mendapatkan posisi. Sekarang usiaku 23. Selama pandemi, aku sedang menempuh A-level dan nilai prediksi saya ternyata sangat buruk. Jujur saja, bahkan kalau aku sudah mengikuti ujian sesungguhnya, aku rasa hasilnya tidak akan jauh lebih baik. Setelah itu, ayahku menyarankan aku untuk bekerja bersamanya di perusahaannya. Dia adalah ayah yang luar biasa yang hanya menginginkan yang terbaik untukku. Di tempat kerja, aku tidak punya banyak yang harus dilakukan hampir setiap hari - cuma beberapa surel di sana-sini. Sementara itu, aku juga melanjutkan studi. Aku mendaftar di program diploma dua tahun dan alhamdulillah, aku sudah lulus 5 mata pelajaran dengan tinggal 2 lagi. Selama waktu ini, aku sempat mempertimbangkan pindah ke luar negeri untuk mengejar gelar sarjana, tapi aku butuh nilai tertentu di Fisika dan Kimia. Jadi aku mulai belajar Fisika sambil bekerja dan melanjutkan diploma. Hari ini adalah ujian praktikku dan aku tampil sangat buruk. Aku benar-benar merasa tidak berharga dan seperti belum mencapai apa-apa sendiri. Segala yang kumiliki sepertinya karena bantuan ayahku dan berkah dari Allah - aku merasa belum menyumbangkan apa pun dari diriku sendiri. Bukannya aku yakin aku tidak bisa sukses. Aku benar-benar ingin mencapai sesuatu dalam hidup, seperti yang dilakukan orang-orang di sekelilingku. Aku ingin membanggakan orang tua seperti anak-anak lain membanggakan orang tua mereka. Jujur saja, aku bahkan tidak memikirkan pernikahan karena rasanya aku juga akan mengacaukannya. Aku tidak tahu lagi arah mana yang harus dituju dalam hidup. Aku punya beberapa pikiran gelap, tapi aku tidak akan pernah menyakiti ibuku seperti itu, dan keyahanku sebagai seorang Muslim mencegahku mempertimbangkan hal-hal semacam itu. Aku cuma sangat lelah dengan diriku sendiri dan tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

+51

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikumussalam. Bantuan ayahmu adalah nikmat dari Allah, bukan kelemahan. Jadikan itu sebagai fondasi untuk membangun kesuksesanmu sendiri. Fakta bahwa kamu khawatir tentang ini menunjukkan niatmu sudah benar.

+4
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bang, itu setan yang bikin kamu ragu-ragu. Kamu kuliah DAN kerja, dan lulus 5 mata kuliah? Itu luar biasa. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Terus aja jalanin, selangkah demi selangkah.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar