Merasa Hilang dan Ragu di Saat-Saat Sulit - Butuh Bantuan, Tolong
As-salamu alaykum. Ini adalah pertama kalinya saya menulis sesuatu seperti ini, maaf kalau terlihat bermasalah. Saya adalah adik laki-laki, lahir dan besar di Barat, dan saya sudah dibesarkan sebagai Muslim sepanjang hidup saya. Ibu saya sangat taat, dan itulah sebabnya saya masih bertahan. Beberapa tahun terakhir, kesehatan mental saya semakin memburuk dan naik turun terus. Saya pernah meragukan sebelumnya, tapi biasanya itu hanya sementara dan saya terus beribadah. Belakangan ini semuanya hancur - saya dulu punya pikiran terus-menerus tentang mengakhiri hidup saya dan saya sudah tenggelam dalam pola pikir pasif itu selama bertahun-tahun, hanya perintah Allah yang membuat saya tidak bertindak. Saya sendiri nggak tahu harus mulai dari mana. Saya nggak punya orang yang bisa diajak bicara: orang tua saya nggak tahu banyak tentang masalah ini, saya juga nggak punya saudara yang bisa diajak curhat, dan saya nggak bisa menemui imam saat ini. Saya juga sulit mempercayai pikiran saya pada orang lain, jadi meminta bantuan bikin saya takut. Satu-satunya alasan saya belum sepenuhnya tersesat adalah karena iman yang diajarkan ibu saya. Saya nggak mau jatuh ke dalam ketidakpercayaan, bahkan untuk sedetik, tapi saya sudah di titik di mana saya nggak tahu lagi apa yang saya percayai. Setiap hari saya cuma berusaha untuk melewatinya dan kembali ke rumah - saya hampir nggak punya energi untuk melakukan pekerjaan saya, dan di rumah urusan rumah tangga juga bikin saya nggak punya waktu atau tenaga untuk membuka Qur’an dan merenung. Saya selalu penasaran tentang agama lain dan sekarang rasa ingin tahu itu berubah jadi ketakutan yang konstan: bagaimana kalau Islam itu nggak benar, atau bagaimana kalau nggak ada yang benar? Ketakutan itu menggerogoti saya. Maaf kalau saya kebanyakan omong, tapi singkatnya: saya sedang mengalami krisis mental dan itu mengguncang iman saya, dan saya benar-benar butuh sesuatu - dukungan, bimbingan, atau pengingat - untuk menarik saya kembali. Kalau ada yang punya saran lembut tentang bagaimana mengatasi keraguan sambil berjuang dengan depresi, atau rekomendasi langkah kecil yang realistis untuk terhubung kembali dengan Allah dan Qur’an saat tenaga hampir habis, saya akan sangat berterima kasih. JazakAllahu khair.