Diterjemahkan otomatis

Merasa tersesat tentang pekerjaan di negara Muslim

As-salamu alaykum semuanya, Aku benar-benar butuh doa dan kata-kata penyemangat saat ini. Ini berat-aku baru saja kehilangan pekerjaan yang baru kumulai setelah menganggur selama dua tahun penuh. Beberapa tahun lalu, aku memutuskan untuk pindah dari negara Barat kembali ke kampung halamanku di negeri Muslim untuk dekat dengan orang tuaku, yang sangat kurindu. Aku sudah coba cari pekerjaan di sini sebelum pindah tapi tidak berhasil, tapi akhirnya aku ambil risiko tetap pindah. Kupikir mungkin aku bisa mulai usaha sendiri atau cari kerja lokal. Aku sudah coba berwirausaha, tapi tidak berjalan, dan melamar kerja juga tidak membuahkan hasil. Lalu, selama Ramadan terakhir, aku diberkahi dengan tawaran pekerjaan yang bagus-posisi senior dengan gaji lumayan. Tapi begitu mulai kerja, aku merasa benar-benar kewalahan. Tidak ada pelatihan atau bimbingan yang layak; aku cuma diharapkan untuk memahami semuanya sendiri. Ketika kutanyakan ke teman-teman, mereka bilang itu cukup umum di sini-lingkungan kerja seringkali sulit, dan menemukan yang sehat itu langka. Baru dua atau tiga minggu bekerja, mereka memecatku, bilang aku tidak cepat menangkapnya. Sekarang aku menganggur lagi dan jujur merasa agak putus asa, bertanya-tanya apakah aku memang tidak bisa menyesuaikan diri dengan budaya kerja di kampung halaman. Mungkin ada kesempatan untuk kembali ke peluang kerja lamaku di Barat, tapi itu berarti meninggalkan orang tuaku lagi. Ketika aku tinggal sendiri di luar negeri dulu, aku bergumul dengan depresi, dan bersama keluargaku telah membawa begitu banyak kehangatan dan kedamaian dalam hidupku. Meninggalkan mereka terasa terlalu berat. Ditambah lagi, pindah berarti tinggal di negara non-Muslim lagi-tidak ada Adzan, berurusan dengan tatapan karena hijabku, dan semua hal yang menyertainya. Aku merasa benar-benar terjebak dan bingung harus berbuat apa. Jujur, kadang aku berharap bisa menerima peran sebagai ibu rumah tangga di sini di tanah airku-aku merasa aku bisa menemukan makna sejati dalam hal itu, tidak seperti pekerjaan kantor di mana aku tidak berkembang. Tapi saat ini, tidak ada prospek yang terlihat, dan aku juga sedang berusaha meningkatkan kesehatanku, yang butuh waktu. Aku pertimbangkan untuk freelance untuk klien luar negeri, tapi peluang di bidangku (riset dan analisis pemasaran) tampaknya terbatas. Maaf curhat-cuma perlu membagikan yang ada di hatiku. Jazakum Allahu khayran sudah mendengarkan.

+55

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jangan minta maaf karena mengungkapkan rasa frustrasi! Ini memang sulit. Coba ikuti kursus online untuk meningkatkan kemampuanmu untuk freelancing selagi kamu memikirkan langkah berikutnya?

+2
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykumus salam. Aku mengerti dilema antara karier dan keluarga. Percayalah pada rencana Allah, kesulitan ini akan berlalu. Teruslah melakukan salat istikharah.

0
Diterjemahkan otomatis

Tulisanmu bener-bener nyampe di hati, sis. Semoga Allah mudahkan semua cobaanmu dan segera berikan yang lebih baik untukmu.

0
Diterjemahkan otomatis

Kurangnya pelatihan terus langsung nyalahin, bikin kesel banget, aku juga pernah ngalamin. Culture shock itu beneran ada. Semoga cepet ketemu jalan yang pas buat kamu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar