Diterjemahkan otomatis

Merasa Seperti Bisa Berakhir Sendirian, Semoga Allah Membimbingku

Salam. Cuma mau ngeluarin ini biar pikiran jadi lebih jernih. Karena beberapa kesalahan nyata yang dibuat orang tua saya soal uang, dan kemudian rasa bangga yang bikin segalanya makin parah, kami jadi gak punya banyak. Di tahun-tahun awal dewasa saya di universitas, kadang-kadang saya bahkan gak bisa beli makanan. Saya harus kerja berat yang sebenarnya gak cocok buat saya dan itu bikin saya jatuh secara fisik lalu mental. Saya butuh sekitar dua tahun untuk pulih setelah lulus universitas, dan waktu itu saya udah 25. Orang tua saya gak bener-bener dukung saya selama waktu itu, bahkan untuk hal-hal kecil - saya bukan ngomongin jumlah yang besar, cuma harga burger. Kami juga sering berantem, dan uang selalu habis buat pilihan buruk dan ngirimin uang ke saudara di luar negeri. Pelan-pelan, seorang saudara nolong saya cari kerja dan semuanya perlahan-lahan membaik. Tapi situasi pernikahan gak berjalan dengan baik. Saya gak bener-bener percaya diri dengan penampilan saya, dan saya cukup pendek, yang gak disukai beberapa keluarga. Orang tua saya juga gak banyak berusaha membantu saya cari pasangan. Saya udah coba beberapa kali dalam setahun untuk cari seseorang di negara asal kami, tapi ada campur tangan dari paman dan bibi yang mau saya menikah dengan putri mereka. Setelah menghabiskan waktu dan uang untuk cari pasangan di luar negeri, saya udah masuk awal 30-an dan sekarang merasa pasrah. Selama bertahun-tahun saya tinggal terpisah di kota yang sama, ngontrak kamar, yang bikin keuangan saya semakin buruk dan percaya diri saya tergerus. Di rumah selalu penuh dengan pertengkaran dan stres uang. Baru-baru ini saya bilang ke ibu saya ada seorang saudara perempuan yang kerja di toko makanan lokal dekat tempat saya kerja sambilan. Dia kayaknya cocok. Ide saya adalah pergi ke sana sekali seminggu untuk beli sesuatu dan merasakan suasana, perlahan-lahan membangun kedekatan dan mungkin ngusulin pertemuan saat waktu yang tepat. Ibu saya bilang itu memalukan dan nanya kenapa saya gak bisa flirting kayak orang-orang muda. Saya udah 35 - itu bukan cara orang dari generasi saya tumbuh, dan itu bertentangan dengan sifat konservatif saya. Saya juga khawatir banyak saudara perempuan yang bakal merasa aneh atau gak nyaman kalau saya coba bersikap seperti itu. Ibu saya berpikir itu terkesan putus asa buat saya ngincar cewek-cewek random. Selama bertahun-tahun saya merasa orang tua saya malu sama saya karena tinggi badan dan apa yang mereka sebut rasa fashion yang buruk. Saya jujur pikir saya terlihat seperti banyak Muslim di sini. Saya gak tahu harus ngapain. Saya capek dan merasa pasrah. Saya kepikiran untuk pindah jauh-jauh karena rasa malu ini. Orang-orang nanya tentang situasi saya dan saya kena omelan, seolah-olah mereka berasumsi ada yang salah dengan saya karena belum menikah. Di masjid bulan lalu, saya merasa sangat malu sampai saya bohong dan bilang saya punya rencana lain. Mungkin saya udah menerima ini sampai batas tertentu. Saya bilang ke diri sendiri aku akan coba sabar dan serahin masalah ini ke Allah, tapi beberapa hari itu bener-bener sakit. Mohon doakan saya ya.

+239

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya tahu rasanya dihakimi di masjid - itu berat. Terus lakukan apa yang menurutmu benar sesuai dengan nilai-nilaimu. Upaya kecil yang konsisten lebih baik daripada gerakan yang mencolok. Semoga Allah mempermudah dan segera membuka jalan yang baik.

+5
Diterjemahkan otomatis

Bro, tinggi dan penampilan bukan segalanya. Fokuslah untuk menjadi baik, dapat diandalkan, dan stabil - itu lebih penting dalam jangka panjang. Keren deh kamu coba pendekatan yang low-key di toko. Aku akan doain agar kamu diberi kemudahan dan kesabaran.

+12
Diterjemahkan otomatis

Bro, gua paham banget rasa malunya. Orangtua bisa keras. Rencanamu terdengar sopan dan stabil, persis kayak pendekatan yang pas buat keluarga konservatif. Jangan terburu-buru, tetap semangat dan percayalah sama Allah.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jujur saja, pindah tempat bikin saya bisa reset ketika keluarga terus tekan saya. Rasanya memang menakutkan, tapi kadang jarak justru bikin kita lebih percaya diri. Apa pun yang kamu pilih, jangan paksa diri untuk berperilaku kayak orang yang bukan diri kamu.

+14
Diterjemahkan otomatis

Salam bro, aku merasakan ini dengan mendalam. Aku pernah ada di situ juga, berantem soal uang di rumah dan rasa malu. Jangan menyerah - langkah kecil kayak ide toko kamu itu baik. Terus berdoa dan bangun percaya diri pelan-pelan. Aku akan terus mendoakanmu, sungguh.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar