Merasa Gagal dalam Hal Dasar dan Tidak Tahu Cara Memperbaikinya
Muslim macam apa aku ini sekarang? Aku sungguh mencintai Islam dan mendapat banyak kebahagiaan dari meluruskan kesalahpahaman tentangnya. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Cuma mikirin, misalnya, seorang non-Muslim yang belajar kebenaran-mungkin tentang bagaimana Islam memuliakan perempuan-langsung membuat hatiku berdebar. Tapi kemudian aku hampir tidak bisa mengatur shalatku sendiri dan sering tidak shalat kecuali saat ikut keluarga untuk Jumu'ah. Aku merasa seperti munafik banget dan aku takut akan akhiratku. Jujur, aku kebanyakan cuma baca Ayatul Kursi untuk perlindungan dari mata jahat dan sihir, baca bismillah sebelum makan minum, puasa di Ramadan, dan coba kasih sedikit sedekah di Laylatul Qadr. Itu aja. Gak ada yang pernah ngajarin aku *cara* membangun kebiasaan shalat; aku cuma belajar gerakannya waktu kecil, dan waktu baligh dikasih tahu harus melakukannya. Aku bersyukur mereka nggak maksa, atau mungkin aku bakal benci, tapi sekarang aku hampir nggak shalat sama sekali. Sesekali banget, aku dapat semangat mendadak dan shalat satu waktu, tapi kemudian aku hilang lagi. Aku udah coba mulai kecil-cuma shalat 'Isha tiap hari-beberapa kali dan kemudian... berhenti. Aku merasa begitu lelah bahkan mikirin kewajiban dasar ini, dan tahu kalo meninggalkan shalat itu dosa besar bikin makin parah. Kadang aku bahkan ragu apa aku bisa sebut diri aku Muslim. Alhamdulillah, adikku ingatin bahwa meski kamu nggak shalat, kamu tetap Muslim; kamu cuma berdosa dan lagi berjuang. Itu mungkin yang bikin aku nggak nyerah karena malu-SubhanAllah, dia mungkin bahkan nggak sadar. Aku udah nangis ke Allah SWT berkali-kali, minta tolong agar bisa dekat lagi dan hilangin apapun yang ngehalangi, tapi belum berhasil juga. Aku beneran nggak tau harus ngapain. Aku sangat *pengen* shalat lima waktu sehari. Kalo aku shalat, aku merasa jauh lebih tenang, bahagia, dan damai-bahkan secara fisik lebih hangat. Kalo aja aku bisa rutin shalat, sumpah aku bakal jadi orang paling bahagia di dunia.