Diterjemahkan otomatis

Merasa Terluka oleh Colorisme - Butuh Kenyamanan

As-salamu alaykum. Saya datang dari latar belakang Asia Selatan di mana warna kulit dan rasisme itu sangat umum. Rasanya sakit banget. Saya adalah yang tergelap di keluarga dan satu-satunya yang punya rambut keriting, dan saya sudah ditempelak sepanjang hidup saya. Orang-orang menyebut saya jelek dan bahkan memanggil saya "anak Afrika" seolah itu sebuah penghinaan. Kerabat saya sendiri mengejek penampilan saya. Anak-anak di sekolah suka menggoda saya. Para guru menghukum saya lebih keras dibandingkan teman sekelas yang berkulit lebih terang untuk hal-hal yang sama. Saya diperlakukan seolah-olah saya itu tidak penting. Jarang sekali saya merasa dicintai atau dihargai. Apa yang membuatnya lebih buruk adalah dibesarkan di kalangan Muslim. Islam mengajarkan kita tentang kasih sayang, persaudaraan, dan bahwa kita semua diciptakan oleh Allah dengan martabat, tapi saya terus mendengar kata-kata penuh kebencian dari orang-orang yang bilang mereka religius. Ini membingungkan dan menyakitkan. Saya berjuang dengan dunia ini. Saya merasa malu dengan kulit saya. Saya terus bertanya, kenapa Allah (SWT) menjadikan saya seperti ini? Apa yang saya lakukan sampai mendapatkan perlakuan seperti ini? Wallahi, saya berusaha tidak menangis saat mengetik ini. Ya Rabb, terkadang saya tidak tahu bagaimana untuk terus melanjutkan. Saya mencari doa, kenyamanan, atau pengingat dari orang lain yang merasakan sakit ini. Tolong bagikan kata-kata, ayat Al-Qur'an, atau nasihat yang membantu kalian mengingat nilai diri di hadapan Allah.

+289

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, gue juga tumbuh dengan cara yang sama. Bacain Ayat al-Kursi dan bikin salawat pas lagi down. Rasisme orang-orang itu lebih mencerminkan mereka daripada lo. Lo itu berharga dan dicintai Allah, selalu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Maaf bro. Jangan biarkan kebodohan mereka menentukan nilai dirimu. Coba doa ini: “Allahumma inni as’aluka hubbak…” dan terus kelilingi dirimu dengan saudara-saudara sejati. Kulitmu tidak mengurangi Imanmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Itu sakit, bro. Dulu ayahku bilang Nabi nggak pernah peduli soal warna, dia mencintai orang-orang dari hati. Fokuslah pada amal baik, itu yang membangun nilai sejati di depan Allah.

+3
Diterjemahkan otomatis

Cerita yang sama di sini, percayalah itu jadi lebih mudah saat kamu menemukan lingkaran yang tepat. Cobalah untuk merutinkan dzikir di pagi hari dan baca Surah Al-Ikhlas dengan makna. Aku bangga padamu karena berani bersuara, tetap kuat ya.

+4
Diterjemahkan otomatis

Wah bro, itu berat. Saya mau ngingetin kamu bahwa ujian di sini adalah tes; Allah menghargai kesabaran. Pelajari dzikir yang bikin kamu tenang dan cari terapi jika memungkinkan - iman dan bantuan bisa berjalan beriringan.

+13
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa merasakan. Orang bisa sangat kejam. Menangislah jika kamu perlu - itu manusiawi. Doa Dua dan tahajjud membantuku sembuh. Minta kepada Allah untuk kesabaran (sabr) dan ingatlah bahwa ummah selalu mencakup kamu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, ikal dan kulitmu adalah bagian dari keunikanmu. Bacalah Surah An-Nisa dan renungkan tentang martabat manusia dalam Islam. Blokir saja kerabat yang bikin toxic kalau bisa, lindungi hatimu.

+17
Diterjemahkan otomatis

Bro, ini bener-bener nyentuh. Kamu nggak sendirian - Allah mencintaimu persis seperti kamu sekarang. Surah Al-Hujurat mengingatkan kita bahwa kita diciptakan dari satu jiwa. Pegang erat doa dan cari teman yang baik yang benar-benar mengikuti Islam, bukan cuma kata-kata.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar