Merasa Terasing - Butuh Du'a dan Petunjuk
Salam. Saya di titik di mana saya tidak tahu harus kemana. Ini bukan cuma masalah kesehatan mental lagi; rasanya spiritual dan religius - seperti sebuah keruntuhan total. Saya sudah menjalani hidup yang sulit, kehilangan banyak, punya beberapa momen sukses tapi entah kenapa selalu berujung kehilangan apa yang penting. Saya kehilangan anak-anak saya setelah perceraian. Istri saya selingkuh dan itu menghancurkan saya secara emosional serta mengingatkan kembali kenangan menyakitkan dari masa kecil. Selama semua ini, saya mencoba berpegang pada Islam dengan lebih erat - shalat lima kali sehari, puasa saat bisa, menjaga haya, menghindari dosa - tapi rasanya masih belum cukup. Kadang-kadang, hubungan saya dengan Tuhan terasa menyakitkan: sebuah ujian yang jadi siksaan. Saya berteriak dalam doa, memohon Allah untuk memberi sedikit kejelasan agar saya bisa bersabar. Kesepian memakan saya - saya merasa seolah ditakdirkan untuk sendirian, dan itu menghancurkan jiwa saya. Saya berjuang dengan pikiran untuk mengakhiri hidup; saya tahu konsekuensi yang mengerikan dan bahwa anak-anak saya adalah satu-satunya alasan saya bertahan. Segala yang saya coba bangun hancur berantakan. Saya tidak pernah bisa menjaga atau menghargai apa yang saya miliki sampai itu pergi. Bertahun-tahun kehilangan membuat saya bertanya-tanya di mana kasih sayang Allah untuk saya. Saya bersyukur untuk sedikit yang saya miliki, tapi masih merasa kosong. Saya mempertanyakan qadr, seperti apa yang tertulis untuk saya adalah penderitaan - saya belum tersenyum dalam waktu yang lama. Kenapa saya membagikan ini? Jika kamu merasakan kasih Allah, atau kamu memiliki cahaya dan tawa dalam hidupmu, hitunglah diri kamu beruntung. Dulu saya berpikir iman itu hanya pilihan, tapi sekarang saya bergumul dengan apakah takdir saya sudah ditentukan dan kejam. Saya tidak tahu mengapa saya menderita; mungkin ini generational, mungkin tidak. Tidak ada jumlah dhikr, taubat, atau air mata yang tampaknya bisa mengangkat beban ini, tapi saya terus berdoa karena itu yang saya miliki - bahkan saat saya kehilangan jejak raka'aat atau merasa kewalahan saat salat. Obat-obatan tidak banyak membantu saya dan beberapa efek samping malah membuat segalanya lebih buruk. Sebelum kamu meng抱kan hidupmu, renungkan betapa pemurahnya Allah dan minta Dia untuk melindungimu dari ujian seperti yang saya alami. Tolong buatlah du'a untuk saya dan anak-anak saya - semoga Allah memberikan kita sabr, kelegaan, dan kasih-Nya. Semoga Allah menjauhkan semua orang dari putus asa seperti itu dan memandu kita ke yang terbaik. Saya merasa ditinggalkan, tapi saya masih berpegang pada doa.