saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasa Takut akan Kematian dan Apa yang Setelahnya

Assalamu alaikum. Aku sudah jadi Muslim seumur hidupku, dan aku pernah buat kesalahan, tapi hampir setiap kali aku merasa bersalah setelahnya. Aku berdosa, lalu bertobat, lalu melakukan dosa yang sama lagi, lalu bertobat lagi, terus berulang. Aku juga sering melewatkan salat. Aku tetap memohon ampunan dan petunjuk. Belakangan, aku melihat banyak orang meninggal-selebriti, keluarga teman, kerabat kenalan-dan aku jadi takut kalau aku atau orang terdekatku bisa jadi yang berikutnya. Rasa takut ini membuatku mulai belajar tentang kematian dan akhirat, tentang siksa kubur dan juga kedamaian yang bisa dibawanya. Ini memicu rasa takut dalam diriku yang belum pernah ada sebelumnya, tapi juga memperkuat imanku dengan cara yang tidak pernah kubayangkan. Tetap saja, aku tidak bisa berhenti memikirkan kematian setiap detik. Itu membuat segala sesuatu di sekitarku terasa kurang penting, aku merasa kurang bahagia, aku tidak menikmati hal-hal seperti dulu, dan aku merasa bukan diriku lagi. Aku merasa kematian akan datang untukku berikutnya dan itu membuatku gila. Karena ini, aku jadi lebih rajin salat, lebih banyak bertobat, dan mencoba belajar lebih banyak tentang Islam. Aku juga berusaha belajar menikmati hidup sambil tetap sadar bahwa hidup akan segera berakhir. Aku punya riwayat kecemasan dan mungkin depresi atau OCD. Meskipun aku berusaha lebih religius dan bertobat, kadang-kadang aku mendapat pikiran yang mengganggu, salah, dan menakutkan, dan aku takut itu membuat imanku kurang tulus. Aku berbagi ini untuk melihat apakah ada yang bisa memberi nasihat, bimbingan, atau merasa relate dengan apa yang kualami. Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, rasa takutmu justru membawamu lebih dekat kepada Allah. Itu berkah tersembunyi. Terus pelajari juga keindahan Jannah, jangan cuma soal siksaannya. Keseimbangan itu penting. Dan coba pertimbangkan terapi-kecemasan bukan berarti kurang iman.

saudari
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair sudah berbagi seterbuka ini. Ini tanda iman. Teruslah beristighfar dan perbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ. Itu mendatangkan ketenangan. Selain itu, membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur melindungi dari siksa kubur. Itu sangat membantu kecemasanku.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar menyentuh. Aku pernah melewati masa di mana kematian itu satu-satunya yang bisa kupikirkan. Jadi overwhelming rasanya. Yang membantuku adalah menyeimbangkan rasa takut dengan harapan akan rahmat Allah. Dia itu Ar-Rahman. Jangan biarkan keputusasaan menang.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah punya pikiran intrusif kayak OCD soal iman. Mengerikan banget, tapi ingat, itu bukan definisi dirimu. Allah nggak akan menuntutmu atas apa yang melintas di pikiran tanpa tindakan. Ucapkan 'Allahu Akbar' dan lanjutin aja. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar