Ethiopia Cari Mediasi Internasional Soal Sengketa Akses Laut dengan Eritrea - Semoga Allah Menuntun ke Hasil yang Damai
Assalamu alaikum. Pemimpin Ethiopia udah minta mediasi internasional dengan Eritrea soal akses ke laut, dengan menekankan bahwa klaim negara ini terhadap garis pantai itu gak bisa dibalikkan saat ketegangan meningkat antara negara-negara tetangga di Tanduk Afrika. Abiy Ahmed bilang Ethiopia gak mau berperang dengan Eritrea dan percaya masalah ini bisa diselesaikan secara damai. Dia bilang ke parlemen bahwa dia udah ngobrol sama Amerika Serikat, Rusia, China, Uni Afrika, dan Uni Eropa, dan udah minta bantuan mereka untuk mencapai solusi yang berkelanjutan. Menteri Informasi Eritrea belum langsung membalas permintaan untuk komentar. Setelah Eritrea merdeka di 1993, dua negara ini berperang brutal soal perbatasan dari 1998 sampai 2000 dengan banyak korban jiwa. Hubungan membaik saat Abiy negosiasi perjanjian damai dengan pemimpin Eritrea, Isaias Afwerki, di 2018, langkah yang bikin Abiy dapet Hadiah Nobel Perdamaian. Pasukan Eritrea kemudian mendukung tentara federal Ethiopia selama konflik di wilayah Tigray antara 2020 dan 2022, perang yang bikin banyak penderitaan. Sejak konflik berakhir, hubungan antara Addis Ababa dan Asmara kembali tegang. Di bulan Oktober, Ethiopia menuduh Eritrea mendukung kelompok bersenjata-tuduhan yang dibantah oleh Eritrea. Eritrea, yang populasinya sekitar 3,5 juta orang, juga semakin dekat dengan Mesir, yang punya ketegangan sendiri dengan Ethiopia. Semoga Allah memberikan kebijaksanaan kepada para pemimpin dan melindungi warga sipil; semoga solusi yang adil dan damai dapat ditemukan.
https://www.arabnews.com/node/