Kekeringan Ancam Lahan Padi Jatim, 28,3 Hektare Gagal Panen
Kekeringan mulai menekan lahan pertanian di Jawa Timur. Pemprov Jatim mencatat 229,59 hektare lahan padi terdampak kekeringan sepanjang Juni hingga 10 Agustus 2026, dengan 28,30 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen. Kondisi terparah terjadi di Tulungagung dengan 20 hektare lahan puso, disusul Lamongan 5 hektare dan Magetan 3,20 hektare.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menegaskan pemerintah tidak menunggu tanaman benar-benar mati sebelum bertindak. Pemprov mempercepat pemetaan lahan terdampak dan berpotensi kekeringan, serta menyiapkan intervensi seperti pemanfaatan embung, pompa, dan sumur bor. Daerah seperti Bojonegoro, Lamongan, Tulungagung, dan Trenggalek menjadi perhatian karena potensi terdampak.
Sejumlah petani telah beradaptasi dengan menanam varietas yang lebih tahan kering, meski produktivitasnya tidak seoptimal saat pasokan air cukup. BMKG menyebut mayoritas Jatim memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026, meningkatkan risiko kekeringan meteorologis dan penurunan produktivitas pertanian.
https://kabarbaik.co/kekeringa