Apakah memiliki ketakutan tentang masa depan membuatku seorang yang tidak percaya?
Assalamu alaykum, Saya akan coba singkat: kalau seseorang punya ketakutan tentang masa depan atau berjuang dengan pikiran cemas, apakah itu bikin mereka jadi orang yang tidak percaya? Yang saya maksud bukan berarti saya menolak masa depan atau menyangkal rejeki dari Allah - saya percaya Allah akan mengatur hidup saya. Tapi di beberapa area, seperti kesehatan mental atau perjuangan psikologis (dan menyebutkan pernikahan di sini hanya untuk menunjukkan di mana saya kesulitan, bukan untuk minta nasihat), saya udah berurusan dengan suasana hati yang terus-terusan rendah dan kadang terjerumus ke dalam pikiran depresif. Setelah itu saya merasa buruk, khawatir saya telah berdosa karena kehilangan harapan atau iman. Saya paham masalah kesehatan mental adalah bagian dari ujian kita dan terjadi dengan alasan, tapi saya udah terjebak di tempat gelap ini cukup lama dan kadang gak bisa lihat jalan keluar. Saya akan cari bantuan profesional, inshaAllah, dan saya lagi nyari terapis. Saya ingatkan diri sendiri bahwa semuanya berasal dari Allah, hidup ini adalah ujian, dan pahala menanti para mukmin yang sabar. Tapi, hati dan pikiran saya kadang gak selalu sepakat - itu bukan sepenuhnya ketidakpercayaan, lebih kayak putus asa atau keraguan yang membebani kadang-kadang, susah dijelaskan. Edit: setelah membaca ulang, mungkin "keraguan" bukan kata yang tepat. Contohnya: kadang saya berpikir hidup saya hancur atau gak bisa diperbaiki lagi. Lalu saya coba menenangkan diri dengan ingat bahwa Allah mengontrol segalanya, dan itu biasanya membantu, tapi pikiran-pikiran itu terus balik lagi.