Apakah jiwa-jiwa di Barzakh menunggu duʿā dan sawāb kita dari Dunyā?
Assalamu alaikum, Saya menemukan ebook berjudul “Our Dear Deceased and Ēṣāl-e-Ṣawāb...” dan ini bikin saya agak ragu tentang beberapa hal, jadi saya mau nanya apakah apa yang tertulis di sana bisa dipercaya. Buku itu menceritakan kisah-kisah seperti ini: - Hadrat Hammad kabarnya tidur di kuburan di Makkah dan bermimpi bahwa orang-orang yang telah meninggal berkumpul dalam kelompok. Ketika dia tanya apakah Qiyāmah sudah datang, mereka bilang tidak, dan salah satu saudara mereka sudah membacakan Sūrah Ikhlās dan mengirimkan pahalanya kepada mereka, dan mereka sudah share pahala itu di antara mereka selama bertahun-tahun. (Noor us Sudoor Fi Sharhil Quboor) - Dikatakan juga ketika keluarga memberikan sedekah untuk orang yang sudah meninggal, Jibrīl (ʿalayhi s-salām) membawa pahala itu di atas nampan ke kubur, dan orang yang sudah meninggal merasa bahagia dan lega sementara yang lain di sekitarnya merasa sedih karena tidak menerima pahala. (Tafseer-e-Mazhari) Ebook-nya ada online untuk konteks, tapi saya nggak akan kasih link di sini. Pertanyaan saya yang sebenarnya: kita percaya dengan rahmat Allah dan bahwa duʿāʾ dan mengirimkan sawāb bisa bermanfaat untuk yang sudah meninggal. Tapi apakah jiwa-jiwa di barzakh benar-benar menunggu atau berebut duʿās dan sawāb dari dunia dengan cara yang literal begini? Apakah jenis-jenis riwayat ini autentik, atau lebih ke cerita-cerita baik untuk mendorong amal kebaikan? Apakah ada bukti jelas dari Qurʾān atau ṣaḥīḥ ḥadīth bahwa yang sudah meninggal bergantung pada yang hidup dengan cara yang persis seperti ini? Saya sepenuhnya mendukung berdo’a dan memberi sedekah untuk yang sudah meninggal - saya cuma mau tahu apa yang sudah ditetapkan dalam Islam dibandingkan dengan yang mungkin laporan lemah atau interpretasi belakangan. Akan sangat menghargai klarifikasi dan sumber-sumber ilmiah atau referensi apa pun. JazakAllahu khair.