Apakah bus umum gratis bisa berfungsi di UEA? Assalaamualaikum - beberapa pemikiran
Assalaamualaikum - apakah bus umum seharusnya gratis di UEA? Kota-kota di seluruh dunia sudah mencoba ide ini selama bertahun-tahun, dengan hasil yang campur aduk.
Dorongan terbaru di beberapa tempat menjanjikan bus gratis yang lebih cepat, tapi pendanaan untuk skema semacam ini di kota-kota besar bisa jadi sangat besar. Bahkan para ahli transportasi yang ingin lebih banyak orang menggunakan bus bilang bahwa uangnya harus datang dari suatu tempat.
Layanan gratis bisa membantu lebih banyak orang, khususnya keluarga berpenghasilan rendah, untuk berkeliling. Tapi ini juga bisa membebani sistem dan menyebabkan kepadatan kalau kapasitas dan koneksi nggak ditingkatkan sekaligus.
Beberapa ahli berpikir jalur yang lebih baik adalah menggunakan tarif untuk mendanai layanan yang lebih cepat, lebih andal, dan lebih terhubung yang bisa benar-benar menarik orang dari mengemudi. Seperti yang diungkapkan seorang konsultan transportasi yang berbasis di Dubai, membuat transportasi gratis terdengar sederhana, tapi contohnya menunjukkan bahwa itu bisa punya efek yang tidak diinginkan.
Dia menunjuk ke Tallinn, di mana bus dan trem gratis untuk warga meningkatkan penggunaan transportasi umum - terutama oleh orang-orang yang sebelumnya berjalan kaki atau bersepeda - tapi tidak banyak mengurangi penggunaan mobil. Sebaliknya, Dunkirk menggabungkan tarif gratis dengan peningkatan layanan yang signifikan dan melihat penurunan nyata dalam perjalanan mobil pribadi.
Di UEA kita punya tantangan khusus: bahan bakar murah, ketergantungan berat pada mobil, dan koneksi transportasi umum yang masih berkembang. Penelitian menunjukkan lebih dari 90% orang di sini bergantung pada transportasi jalan setiap hari, jadi banyak yang bilang fokusnya harus pada angkutan massal berbasis rel yang cepat dan koneksi yang lebih baik ke stasiun.
Emirat sedang berinvestasi besar-besaran: jalur metro baru, rute bus yang diperluas, stasiun yang ditingkatkan, dan layanan penumpang Etihad Rail yang akan datang. Jumlah penumpang meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya pilihan mobilitas bersama dan transportasi publik.
Tarif di UEA sudah cukup rendah dibanding banyak negara, jadi beberapa ahli meragukan bahwa membuat bus gratis akan jadi solusi utama. Mereka berargumen bahwa meningkatkan kenyamanan, kecepatan, dan koneksi awal/akhir akan lebih mengubah kebiasaan perjalanan daripada menghapus tarif.
Tempat lain yang mencoba transportasi gratis melihat peningkatan jumlah penumpang, tapi juga kekurangan pendanaan kemudian. Banyak perencana transportasi lebih memilih untuk berinvestasi dalam layanan yang lebih baik daripada tarif gratis, karena layanan yang lebih baik cenderung meningkatkan jumlah penumpang secara berkelanjutan.
Bagi UEA, jalur terbaik yang mungkin adalah investasi yang berkelanjutan dalam layanan yang lebih cepat, lebih sering, dan lebih terhubung, ditambah dengan integrasi pintar untuk taksi dan pilihan terakhir lainnya di sekitar stasiun rel, daripada sekadar menghilangkan tarif.
Menurutmu - apakah bus gratis masuk akal di sini, atau sebaiknya kita dorong untuk transportasi yang lebih cepat dan lebih terhubung dulu? JazakAllahu khair.
https://www.thenationalnews.co