Connie Rahakundini Bakrie Ingatkan Bahaya Proposal Blanket Overflight AS bagi Indonesia
Connie Rahakundini Bakrie, pengamat pertahanan, telah mengingatkan Presiden Prabowo Subianto beserta Menteri Pertahanan dan Luar Negeri mengenai proposal akses blanket overflight untuk pesawat militer Amerika Serikat melalui ruang udara Indonesia. Proposal yang dikirim pada 14 April 2024 ini menganalisis dokumen 'Operationalizing U.S. Overflight' dari Pentagon tertanggal 12 April 2024. Connie menegaskan bahwa ruang udara Indonesia merupakan kedaulatan penuh dan eksklusif berdasarkan hukum internasional dan nasional, serta bahwa proposal ini dapat melemahkan kendali operasional TNI AU dan bertentangan dengan politik luar negeri bebas-aktif.
Menurut Connie, jika disetujui, proposal ini akan menempatkan Indonesia dalam keadaan bahaya dengan melemahkan sistem pertahanan udara nasional, menciptakan blind spot dalam radar, dan mengurangi kontrol atas lalu lintas militer asing. Ia menyatakan hal ini dapat mengubah Indonesia menjadi strategic transit node dalam arsitektur militer Indo-Pasifik tanpa kontrol ketat.
Sebagai tanggapan, Kementerian Pertahanan melalui Brigjen TNI Rico Sirait menyatakan bahwa dokumen tersebut masih merupakan rancangan awal dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi, belum memiliki kekuatan hukum mengikat. Kemhan menegaskan bahwa setiap kerja sama pertahanan dengan negara lain akan mengutamakan kepentingan nasional dan kedaulatan NKRI, melalui proses pembahasan yang cermat dan berlapis sesuai hukum yang berlaku.
https://www.gelora.co/2026/04/