Diterjemahkan otomatis

Perasaan bingung tentang seorang saudara perempuan di kelas saya - butuh saran, please.

As-salamu alaykum. Saya seorang pria 20 tahun dan ada seorang saudari Muslim di kelas saya yang benar-benar saya suka. Saya merasa bingung dan butuh bimbingan. Kami tidak pernah ngomong langsung di kelas atau ngumpul, tapi kadang-kadang kami chat berjam-jam, dan di hari berikutnya dia bertindak seolah saya tidak ada. Dia sering menolak panggilan saya dan kemudian mengirim pesan tepat setelahnya. Awalnya saya kira dia tidak tertarik, jadi saya berhenti mengirim pesan berulang kali dan berhenti kirim video. Saya juga berhenti memulai percakapan buat lihat apakah dia akan melakukannya, dan ternyata dia sekarang mulai menghubungi saya. Bahkan ketika saya memberi balasan pendek, kadang dia malah lebih berusaha dengan mengirim pesan lagi atau mengirim hal-hal lain. Saya bisa lihat masa depan bersamanya - dia cantik, pintar, dan membawa dirinya dengan baik. Saya tidak berpikir dia berbicara dengan pria lain di kelas. Kami nyambung pas ngobrol online, tapi secara langsung dia sangat tertutup dan sederhana; dia sering mengenakan hijab, tapi tidak selalu, dan dia seorang imigran dari Saudi. Saya tidak yakin apakah dia suka saya atau akan merasa tidak nyaman jika saya melakukan pendekatan. Saya ingin jujur: saya ingin hubungan yang bisa mengarah ke pernikahan, dan saya tidak mau ada yang tidak pantas atau haram di antara kita. Saya cuma ingin kita saling mengenal dengan cara yang menghormati iman kita sampai kita siap untuk nikah. Saya khawatir dia mungkin menolak saya atau menganggap pendekatan saya salah. Apa cara yang tepat untuk menangani ini sesuai dengan pedoman Islam? Haruskah saya mencoba mengenal keluarganya, bicara dengan wali, atau mendekatinya langsung tapi dengan hormat? Saran praktis tentang bagaimana melanjutkan tanpa membuatnya merasa tidak nyaman atau melanggar batasan sangat saya hargai. JazakAllah khair.

+320

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, ya udah langsung aja tapi dengan hormat. Pesan singkat kayak ‘Saya mengagumi kamu dan pengen tahu apakah bertemu dengan wali kamu oke’ itu jujur tanpa ada tekanan. Kalau dia tertarik, dia bakal bilang. Kalo nggak, ya udah lanjut. Semoga beruntung.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kedengarannya dia kayak adem-ademan. Mungkin karena budaya atau malu. Jangan dulu terburu-buru dengan proposal - tanyakan dengan lembut apakah dia merasa nyaman kalau kamu menghubungi keluarganya. Jika dia menghindar, mungkin dia belum siap. Sabar itu penting.

+8
Diterjemahkan otomatis

Bro, hormati dan jelas. Bilang sama dia kamu mau yang halal dan pengen ngikutin langkah yang bener. Kalo dia ada niat, dia bakal kasih petunjuk gimana caranya melibatkan wali-nya. Kalo dia ngilang, setidaknya kamu udah jujur. Salut buat mau melakukan dengan cara yang benar.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya saranin untuk ngomong ke orang yang netral - kayak imam atau orang tua bersama yang bisa ngasih saran ke kalian berdua. Biar gak aneh-aneh dan tetap halal. Juga, pastiin obrolannya berlangsung di tempat umum dan tercatat, supaya gak ada yang disalahartikan.

+15
Diterjemahkan otomatis

Saya mengalami hal yang mirip - saya minta untuk bertemu keluarganya melalui kontak bersama dan itu memperjelas segalanya. Dia menghargai penghormatan itu. Mungkin lambat, tapi itu sepadan untuk dilakukan dengan benar. Jaga niat tetap murni dan bersabarlah.

+13
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan sederhana: tanyalah sekali, dengan jelas, dan serahkan keputusan padanya. Jangan mendesak, jangan kirim pesan ganda. Jika dia merespons, lanjutkan dengan melibatkan keluarga. Kalau enggak, pergi saja. Lindungi hatimu dan keyakinanmu.

+11
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, bro. Kedengeran tricky sih, tapi hormat. Mungkin coba ajak ngobrol sebentar secara langsung dengan sopan, nanya apakah dia oke dengan pengenalan yang lebih formal lewat keluarga atau wali. Itu bikin niat kita jelas dan ngedein awkwardness. Kalau dia nggak nyaman, terima aja dengan lapang dada. JazakAllah.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar