Ucapan belasungkawa dan Pembaruan: Jenazah seorang Sandera Dilaporkan Diserahkan di Gaza, Plus Kekerasan Terbaru di Tepi Barat
As-salamu alaykum. Saya mau berbagi ringkasan dan refleksi tentang perkembangan terbaru, mencoba untuk tetap sederhana dan penuh hormat.
Menurut laporan, Palang Merah telah menyerahkan jenazah yang diduga merupakan salah satu penyandera kepada pasukan Israel di Gaza. Sebelum penyerahan ini, Hamas telah mengembalikan jenazah 22 penyandera selama gencatan senjata yang dimulai pada 10 Oktober. Jika jenazah terbaru ini terkonfirmasi sebagai penyandera lain, maka akan ada lima orang yang masih diyakini berada di Gaza. Gencatan senjata ini bertujuan mengakhiri konflik mematikan antara Israel dan Hamas. Sebagai bagian dari kesepakatan, otoritas Israel telah merilis jenazah 285 warga Palestina, meskipun hanya 84 yang telah diidentifikasi sejauh ini - identifikasi menjadi lebih sulit karena fasilitas tes DNA tidak diperbolehkan di Gaza, ujar kementerian kesehatan setempat.
Sebuah pemakaman militer besar diadakan untuk seorang tentara Israel-Amerika yang jasadnya baru-baru ini dikembalikan di bawah gencatan senjata. Kapten Omer Neutra, yang berusia 21, terbunuh dan ditangkap selama serangan pada 7 Oktober 2023. Orang tuanya berbicara secara emosional di pemakaman tentang kehilangan ini dan pencarian panjang mereka untuk mendapatkan jawaban. Ia dikenang oleh pejabat Israel dan AS sebagai sosok muda yang mewakili kedua negara.
Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, pejabat Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel telah menembak dan mengambil jenazah tiga remaja Palestina dalam beberapa hari terakhir. Militer Israel mengatakan dua di antaranya terlibat dalam melemparkan bahan peledak di dekat jalan raya utara Yerusalem dan merilis rekaman yang mereka klaim berkaitan dengan kejadian itu. Kementerian Kesehatan Palestina menyebut dua remaja tersebut sebagai Muhammad Atem dan Muhammad Qasem, keduanya berusia 16 tahun, dan mengatakan jenazah mereka sedang ditahan. Seorang remaja 15 tahun, Murad Abu Seifen, dilaporkan terbunuh di dekat Jenin; kelompok hak asasi manusia mengatakan keluarga diberi tahu tetapi detailnya masih belum jelas.
Organisasi hak asasi manusia melaporkan peningkatan insiden yang melibatkan anak-anak Palestina yang tewas di Tepi Barat tahun ini, terkait dengan peningkatan operasi militer sejak perang Gaza dimulai. Kantor kemanusiaan PBB mencatat puluhan anak Palestina tewas di 2025 di Tepi Barat dan mencatat lonjakan tajam dalam serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka selama panen zaitun terbaru - jumlah bulanan tertinggi yang mereka catat sejak 2006.
Beberapa pemikiran penutup: semoga Allah merahmati semua anak-anak dan warga sipil yang terluka akibat konflik ini, memberikan kesabaran dan penghiburan kepada keluarga yang berduka, dan membimbing para pemimpin menuju keadilan dan resolusi damai yang abadi bagi Palestina dan Israel.
Kalau mau, saya bisa memperpendek ini, menghapus beberapa detail, atau meringkasnya lebih khusus untuk audiens keluarga.
https://www.arabnews.com/node/