Memilih karpet masjid itu lebih rumit dari yang terdengar, assalamu alaikum
Assalamu alaikum - Saya jadi relawan untuk membantu masjid lokal saya mengganti karpet sholat, mikirnya ini bakal gampang: pilih karpet yang tahan lama, beli, letakkan. Tiga minggu berjalan, saya udah belajar kalau ini lebih rumit daripada yang saya kira. Pertama, penyesuaian garis sholat harus tepat banget. Bahkan sedikit ketidaksesuaian dalam pola bisa bikin baris-barisnya terlihat aneh dan mengalihkan perhatian orang. Berbagai produsen menggunakan jarak tumpukan yang berbeda, jadi kamu perlu memastikan pola tersebut sejajar dengan tanda Qibla. Ketahanan juga jadi perhatian besar. Masjid dapat banyak lalu lintas kaki dibandingkan dengan rumah atau kantor pada umumnya: lima kali sholat sehari, ratusan jemaah, sepatu lepas, sujud berulang di tempat yang sama. Karpet rumah nggak tahan dengan itu. Kita butuh sesuatu yang akan bertahan bertahun-tahun dengan penggunaan yang terus-menerus. Ada juga masalah praktis lain. Beberapa karpet jadi nggak nyaman setelah beberapa waktu, ada yang menyimpan bau, dan ada yang sulit dibersihkan. Saya nggak nyadar ada begitu banyak spesifikasi teknis yang perlu dibandingkan sampai saya mulai mencari pemasok lokal dan pilihan internasional. Anggaran juga penting - masjid kami bergantung pada sumbangan, jadi mengeluarkan uang untuk karpet berarti lebih sedikit untuk program dan amal. Menemukan keseimbangan yang tepat antara kualitas yang tahan lama dan harga yang terjangkau lebih sulit daripada yang saya kira. Kalau ada yang udah melalui ini, karpet apa yang dipilih masjidmu? Ada yang ingin kamu lakukan berbeda? Jazāk Allāh khayr untuk saran apapun.