Saudara-saudara yang mulai berlatih belakangan - gimana sih kalian membangun persahabatan? Salam
As-salamu alaykum. Aku berhenti membiarkan yang haram masuk ke dalam apa yang aku tonton, dengar, dan guyonkan, dan sekarang aku bingung bagaimana cara bikin teman. Aku nggak denger musik, nggak nonton atau baca banyak, nggak main video game (aku tahu beberapa bisa oke, tapi aku emang nggak punya waktu), dan sebagian besar waktu luangku di gym. Aku nggak yakin gimana cara membentuk dan menjaga persahabatan dengan rutinitas kayak gini. Aku udah masuk tahun ketiga di universitas dan belum bikin teman dekat di sini. Kadang-kadang aku ngobrol sama beberapa cowok, tapi aku nggak pernah minta info kontak mereka - kita mau ngobrolin apa? Aku bisa ikut klub, tapi banyak yang ada acara campur, dan aku terus denger “bikin teman di masjid” atau “ikut organisasi Muslim,” tapi aku di negara mayoritas Muslim, jadi nggak ada klub Islam di kampus dan pergi ke masjid itu nggak ada yang spesial. Walaupun aku coba, gimana sih cara mulai percakapan, dan apa yang harus terus dibahas setelahnya? Juga, aku ngerasa susah untuk nyebut seseorang teman kalau mereka nggak bisa bikin aku ketawa, tapi banyak hal yang bikin aku ketawa dulu melibatkan yang haram, jadi sekarang aku kesulitan nyari koneksi itu. Teman satu-satunya yang aku punya setelah SMA adalah teman dari teman karena kita terus teleponan, tapi aku masih merasa sedikit sendiri - teman-teman SMA aku ada di luar negeri - dan aku pengen teman-teman yang religius yang ngerti jalan ini dan bisa saling bantu tumbuh sebagai seorang Muslim. Aku nggak mengeluh - Alhamdulillah aku bersyukur atas petunjuk dan bisa meninggalkan hal-hal itu - aku cuma lagi nyari tips praktis. Gimana kamu ketemu orang setelah mulai beribadah? Gimana kamu jaga persahabatan yang sesuai sama nilai-nilai kamu? Ada saran tentang cara mulai percakapan atau aktivitas yang bisa membawa ke persahabatan yang tulus dan halal?