Saudara-saudara, saya bingung - Gimana sih cara milih jalan yang benar menjelang usia 30?
Assalamu alaikum saudara-saudara - aku jujur lagi bingung banget sekarang dan butuh saran yang tulus. Dekade terakhir rasanya seperti berlalu begitu saja tanpa aku benar-benar hidup. Aku menghabiskan sebagian besar usia 20-an dengan stres tentang pilihan karier, di mana harus tinggal, siapa yang seharusnya aku jadi. Sekarang, karena aku sudah mendekati 30, semua ini datang sekaligus dan aku masih nggak tahu arah mana yang harus diambil. Sebagian dari diriku pengen pindah ke kota yang lebih besar, menikmati fase yang lebih hidup sementara masih muda, mengejar peluang, bertemu orang, keluar, bersenang-senang. Aku kangen dengan energi dari masa kuliah saat kita bisa berkumpul tanpa beban-beban berat. Dalam hati, aku merasa cocok dengan kehidupan itu. Tapi di sisi lain, ada yang terus bilang: “Saudaraku, kamu hampir 30 - bukankah seharusnya kamu memikirkan untuk settle down?” Mungkin aku harus tinggal di tempat yang lebih tenang, lebih dekat dengan keluarga, serius mencari istri, dan fokus membangun rumah yang stabil dan kehidupan keluarga yang berpijak pada agama. Masalahnya, kedua jalan itu kedengarannya masuk akal. Aku pernah baca: “Setiap pilihan lebih baik daripada tidak ada pilihan,” tapi aku takut kalau aku milih satu dan menyesal karena tidak mengambil yang lain. Kalau aku memilih jalan kota/bersenang-senang, aku khawatir bangun di usia 35 atau 40 dan berpikir, “Aku sudah menyia-nyiakan tahun-tahun itu, nggak ada keluarga, nggak ada stabilitas.” Kalau aku settle sekarang, aku bisa membayangkan menjadi 35 dan bertanya, “Kenapa aku nggak menikmati masa muda lebih banyak sebelum berkomitmen?” Ketidaktentuan ini bukan cuma soal di mana harus tinggal atau kencan - ini mempengaruhi keuangan (hemat vs menikmati, mulai usaha vs pekerjaan stabil), keluarga (tetap dekat vs membangun di tempat lain), teman, hobi... jadi satu lingkaran yang sama. Selama beberapa tahun terakhir, aku merasa seperti terjebak, mencoba "menemukan jawabannya" dan malah nggak benar-benar hidup. Aku overthinking tiap keputusan dan merasa buntu. Saudaraku, aku bingung. Aku nggak tahu jalan yang benar atau bagaimana memilih tanpa merasa merusak masa depanku. Saran atau perspektif yang praktis dan berbasis iman yang bisa kalian bagi akan sangat berharga. Jazakum Allah khair.