BI Perkuat Ekonomi Syariah Lewat Pesantren dan Wakaf Produktif, Program Baru Ini Jadi Sorotan
Bank Indonesia (BI) terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) sebagai sumber pertumbuhan baru di daerah. Komitmen ini ditegaskan dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang, yang digelar untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan eksyar merupakan pilar penting pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Tiga program unggulan diperkenalkan: Pesantren Sejahtera Terakselerasi (Pesat) untuk memberdayakan pesantren, Upaya Nasionalisasi Gerakan Wakaf untuk Komoditas Unggulan (Unggul) mengoptimalkan wakaf produktif, serta Bina dan Percepat Sertifikasi Halal untuk Pariwisata (Berkah) guna meningkatkan daya saing industri halal.
Data BI menunjukkan sektor rantai pasok halal nasional tumbuh 6,21% (yoy) pada 2025, dan pembiayaan syariah naik 10,84% (yoy) per April 2026 dengan risiko kredit rendah 2,28%. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan potensi besar daerah dengan 97,22% penduduk Muslim, 670 pesantren, dan 27 ribu produk bersertifikasi halal.
https://mozaik.inilah.com/hala