BGN Diduga Lakukan Penunjukan Langsung Proyek IT Rp1,2 Triliun dengan Status Misterius
Laporan investigasi mengungkap dua paket pengadaan jasa IT di Badan Gizi Nasional (BGN) bernilai total Rp1,2 triliun yang dilakukan melalui metode Penunjukan Langsung pada September 2025. Paket pertama adalah Managed Service IT & IoT di 5.000 lokasi senilai Rp665,4 miliar, sedangkan paket kedua adalah Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional senilai Rp600 miliar. Keduanya direncanakan untuk dilaksanakan dalam periode tiga bulan (Oktober-Desember 2025), yang menyimpang dari aturan Penunjukan Langsung Jasa Lainnya yang hanya diperbolehkan di atas Rp200 juta untuk kondisi tertentu seperti penyedia tunggal atau keadaan darurat.
Pada Desember 2025, kedua paket tersebut tercatat berstatus 'Sudah Selesai' di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Inaproc, namun informasi pemenang kontrak tidak tertera-tidak ada nama PT, alamat, atau NPWP. Nilai realisasi juga ditampilkan sebagai Rp0,00. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai identitas vendor dan transparansi pelaksanaan proyek.
Data lebih lanjut dari dashboard monitoring Inaproc per April 2026 menunjukkan akumulasi nilai kedua paket sebesar Rp1,27 triliun masih tercatat sebagai 'Belum Terealisasi', bertentangan dengan status 'Selesai' di SPSE. Dari total realisasi RUP BGN 2025 sebesar Rp6,3 triliun, pengadaan terbesar adalah untuk Jasa Lainnya sebesar Rp4,53 triliun. Investigasi ini menyoroti perlunya kejelasan atas justifikasi metode penunjukan langsung dan transparansi pengelolaan anggaran publik.
https://www.gelora.co/2026/04/