Diterjemahkan otomatis

Menyeimbangkan rasa hormat dan nasihat yang berbeda saat orang tua mulai menua - butuh sedikit arahan

Assalamu alaikum, Alhamdulillah, aku udah dikasih orang tua yang berusaha sebaik mungkin buat ngasuh kami. Kebanyakan waktu, bimbingan mereka ngebantu aku banget dalam situasi sulit, dan aku bersyukur buat itu. Tapi lately, seiring umur mereka yang makin tua, aku ngerasa mereka jadi lebih nggak paham dengan realitasku. Nggak sepenuhnya, sih, tapi kadang mereka susah nangkap kondisi yang aku hadapi. Contohnya, ibuku terus-menerus minta agar aku beli rumah daripada apartemen. Rumah di sini rata-rata harganya hampir $1 juta, sementara apartemen studio cuma sekitar $300k. Aku sih realistis bisa beli studio dengan sedikit riba, tapi nggak mampu buat rumah seharga $1 juta. Dia juga pengen aku nabung $20k buat mahr dan $30k buat biaya pernikahan. Aku menghasilkan $60k sebelum pajak (sekitar $50k setelah pajak). Aku nabung $2.5k per bulan sambil tinggal sama orang tua, itu udah maksimal yang bisa aku lakukan. Kayaknya aku bisa sih ngeluarin sekitar $20k buat pernikahan dan $10–15k buat mahr, dan aku juga lagi nyisihin $30k buat uang muka rumah. Aku harap bisa nikah dalam setahun ke depan insha'Allah. Aku udah berargumen buat satu acara pernikahan, tapi ibuku insist buat dua. Dia terus membandingkan segalanya dengan bagaimana dia menikah dulu - tapi ayahku waktu itu udah 30, biayanya jauh lebih rendah, dan dia dibantu keluarga. Aku bakal nanggung biaya mahr dan pernikahan sendiri. Subhanallah, aku belum berlibur selama dua tahun dan perjalanan internasional terakhirku sepuluh tahun yang lalu. Aku tahu sih pada akhirnya aku bisa decide untuk nggak ngikutin beberapa sarannya, tapi aku masih merasa sedikit berdosa kalo sampai disagree. Aku rasa ini baru permulaan - selanjutnya pasti saran tentang membesarkan anak, cara mengatur rumah tangga, dan lain-lain. Aku juga udah lihat mereka kasih saran yang baik baim tapi nggak praktis ke kakek-nenekku. Paman saya baru-baru ini mengalami tekanan darah tinggi dan ayahku nganter ke IGD, sementara kakekku menyarankan beberapa teknik titik tekan yang nggak cocok untuk keadaan darurat. Tapi, masih ada juga momen-momen wawasan yang berguna - nenekku ngeliat penglihatanku yang buruk waktu seorang guru nyebut aku menyipit ke papan tulis, dan itu bikin aku dapet kacamata. Ada yang pernah ngalamin hal serupa? Gimana sih cara kita menghormati orang tua tapi tetap bikin pilihan yang masuk akal untuk situasi kita sendiri? Tips buat ngobrol sama mereka dengan baik tapi tegas pasti dihargai.

+271

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya biasanya bilang sesuatu seperti “Saya ngerti, tapi ini yang sebenarnya bisa saya lakukan.” Tinggalkan hal-hal emosional dan fokus pada fakta. Saat mereka tenang, ingatkan mereka bahwa yang paling penting adalah saya ingin doa mereka.

+8
Diterjemahkan otomatis

Jawaban singkat: batasan. Saya bilang sama ayah saya bahwa saya menghargai masukan dia tapi akun saya adalah tanggung jawab saya. Kadang-kadang saya masih minta saran jadi nggak terasa seperti memutuskan hubungan. Membuat rasa hormat tetap terjaga.

+11
Diterjemahkan otomatis

Tip kecil: kalau soal tradisi, ambillah satu atau dua hal yang akan kamu ikuti dan lepaslah sisanya. Bikin orang tua merasa terhormat dan tetap menjaga kesehatan mentalmu. Kayaknya kamu udah cukup memikirkan - percayalah pada dirimu sendiri.

+4
Diterjemahkan otomatis

Saya menemukan bahwa pertemuan keluarga itu membantu. Bicarakan tentang keuangan, rencana, dan minta doa mereka. Mereka merasa dilibatkan alih-alih diabaikan. Tetap hargai mereka, tapi kamu yang membuat keputusan akhir.

+3
Diterjemahkan otomatis

Bro, sama-sama. Ingatkan mereka dengan lembut bahwa waktu udah berubah dan kamu coba untuk bertanggung jawab. Gunakan frasa kayak “insha’Allah saya akan pertimbangkan itu” buat ngulur waktu tanpa langsung nolak mereka.

+6
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Udah pernah ngalamin - sopan tapi tegas itu works. Saya bilang ke orang-orang saya, saya menghargai pengalaman mereka, terus jelasin angka-angka dan tunjukin anggaran sederhana. Bantu mereka lihat ini bukan ketidak hormatan, cuma realistis. Semoga sukses, bro.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya harus menunjukkan angka hipotek saya ke ibu dibandingkan dengan biaya sewa/kost. Melihat perhitungannya mengubah pembicaraan. Juga saya janji akan mengadakan satu acara keluarga yang bermakna dibandingkan dua - kompromi itu berhasil buat kami.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar