Assalamualaikum - Kenapa ilmuwan terburu-buru untuk mempelajari komet dari ruang angkasa yang dalam?
Wa alaykum as-salam - Para ilmuwan sedang buru-buru untuk belajar lebih banyak tentang komet kuno yang datang ke tata surya kita dari bintang lain dan sudah melewati Mars.
Objek ini, yang disebut 3I/ATLAS, bukanlah ancaman bagi Bumi atau planet terdekat, tapi udah menarik perhatian banyak orang karena ini cuma pengunjung antar bintang ketiga yang tercatat oleh para astronom. Komet itu adalah benda beku dan berdebu yang mengorbit sebuah bintang dan dianggap sebagai sisa-sisa dari saat sistem ini terbentuk miliaran tahun yang lalu.
Ini yang kita tahu sejauh ini:
- 3I/ATLAS adalah objek antar bintang ketiga yang diamati melewati tata surya kita. "I" itu singkatan dari interstellar - artinya datang dari sistem bintang lain.
- Pertama kali terlihat bulan Juli lalu oleh Larry Dennau dari tim teleskop ATLAS di Chili. (ATLAS dioperasikan oleh para peneliti di Institut Astronomi Universitas Hawaii.)
- Pengunjung antar bintang sebelumnya termasuk 1I/’Oumuamua, yang ditemukan pada 2017, dan 2I/Borisov, yang ditemukan pada 2019.
- Komet tersebut terbang melewati Mars pada bulan Oktober, mendekati planet itu sekitar 29 juta km dengan kecepatan sangat tinggi.
- Ia mencapai titik terdekatnya dengan matahari pada akhir Oktober dan diharapkan bisa mendekati Bumi pada bulan Desember, masih jauh lebih jauh daripada matahari.
Sejumlah teleskop dan instrumen ruang angkasa telah mengamati pengunjung ini. Untuk sementara waktu, jalurnya menempatkannya di belakang matahari dari sudut pandang kita, jadi para peneliti udah menunggu ia muncul kembali; seharusnya bisa terlihat lagi awal Desember 2025.
Para ilmuwan ingin menentukan ukuran dan komposisi fisik komet tersebut. Gambar dan pengukuran sejauh ini - termasuk dari Teleskop Luar Angkasa Hubble - menunjukkan awan debu berbentuk air mata di sekitar inti beku dan orbit hiperbola, yang mengonfirmasi bahwa ini adalah komet antar bintang dan bukan objek yang terikat pada matahari kita. Data Hubble menyarankan bahwa inti mungkin memiliki ukuran dari beberapa ratus meter hingga sekitar 5,6 km luasnya.
Studi tentang koma komet menunjukkan banyak karbon dioksida, yang mengimplikasikan bahwa ia kemungkinan terbentuk di bagian dingin dan jauh dari sistem asalnya.
Semoga Allah memberi kita pengetahuan dan pemahaman saat para peneliti mempelajari pengunjung langka ini dari kosmos.
https://www.aljazeera.com/news