Assalamualaikum - Mencari Dukungan Setelah Tahun yang Sulit, Mencari Petunjuk dan Teman
Assalamualaikum saudara-saudari. Saya nggak berencana untuk nulis ini, tapi tiba-tiba aja keluar dari diri saya dan saya harap ada yang bisa mendengarkan. Tahun 2025 jadi salah satu tahun terberat dalam hidup saya. Di akhir tahun lalu penuh harapan - saya punya pekerjaan yang stabil, saya udah pesan tiket buat traveling ke Saudi buat ketemu orang tua dan saudara-saudara setelah 7–8 tahun, dan saya juga selesai Umrah, alhamdulillah. Saya juga ketemu dengan wanita yang luar biasa dan keluarganya, dan kita sempat bicara tentang pernikahan. Dia tampak seperti semua yang saya harapkan dari seorang istri, dan kita berdiskusi tentang saya pindah ke Saudi untuk kerja dan bertunangan. Untuk pertama kalinya dalam banyak tahun, saya merasa hidup saya akhirnya bergerak maju (saya 37 dan memang telat berkembang). Tapi sekitar bulan April–Mei, segalanya mulai berantakan. Saya kehilangan sepupu yang sangat muda dalam kecelakaan mobil yang aneh (ada penumpang lain yang selamat), dan saya kehilangan teman dekat secara tiba-tiba - dia sehat dan keluarganya memilih untuk tidak melakukan autopsi. Saya juga kehilangan paman dan bibi dalam waktu singkat. Kemudian saya kehilangan pekerjaan. Masalah udah menumpuk sejak lama - gaji telat dan akhirnya saya dipecat saat restrukturisasi. Sejak saat itu saya udah melamar ratusan pekerjaan di seluruh dunia tapi nggak ada yang berhasil. Kadang saya dapat wawancara tapi nggak ada yang berlanjut. Saya udah menganggur selama lima bulan dan ketidakpastian ini bener-bener menghancurkan. Selama semua ini, hubungan dengan wanita yang saya temui berakhir dengan kesepakatan bersama dan kita putus kontak. Itu berjalan dengan hormat, dan saya mengerti keraguannya untuk pindah ke negara saya - hidup di sini bisa sangat sulit bagi seseorang yang belum pernah tinggal di sini. Saya bener-bener berharap semuanya berjalan baik; dia dan keluarganya luar biasa dan saya peduli padanya dengan mendalam. Yang membuat segalanya lebih sulit adalah agama saya jadi terganggu. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, saya melewatkan Jummah kemarin. Saya nggak bisa menjaga sholat atau ibadah lainnya dengan konsisten. Saya nggak bisa tidur, hidup sendirian, dan pikiran saya berputar-putar. Saya punya riwayat depresi dan saya takut itu mungkin kembali lagi. Saya minta tolong kepada saudara atau saudari yang bisa jadi pendukung - seseorang yang bisa jadi mentor, memberi dorongan positif, atau membimbing saya melalui langkah-langkah praktis untuk membangun kembali hidup dan iman saya. Nasihat tentang strategi pencarian kerja, cara mengembalikan ibadah yang rutin dan mental yang stabil, atau sekadar seorang yang peduli untuk memeriksa kabar saya, itu sangat berarti. Semoga Allah memudahkan segalanya untuk kita semua. JazakAllahu khairan untuk membaca dan atas semua bantuan atau doa.