Assalamualaikum - Saya memeluk Islam tapi gak bisa berhenti mikirin seseorang.
Assalamualaikum, Saya buat akun ini untuk berbagi sesuatu yang udah ada di pikiran saya. Saya memeluk Islam minggu ini dan saya merasa lega bisa mengambil langkah ini - ini udah jadi perjalanan yang panjang buat saya. Beberapa tahun yang lalu, saya pertama kali tertarik sama Islam, tapi baru setelah saya berteman dengan seorang saudari Muslim secara online Desember lalu, dan mendengar dia bicara tentang keyakinannya, saya mulai serius mempelajarinya. Saya mulai baca Al-Qur'an, nonton ceramah, belajar tentang adat istiadat, dan nanya lebih banyak ke dia. Awalnya saya cukup jahil dan sering berargumen tanpa banyak pengetahuan; saya cukup percaya diri dengan pandangan agnostik saya waktu itu. Seiring saya belajar lebih banyak, saya mulai merenungkan bagaimana saya hidup. Saya udah lama nggak merasa bahagia dan kehilangan tujuan. Islam mulai masuk akal dan saya mulai merasakan kehadiran Allah dalam hidup saya - sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Selama waktu ini, saya mulai memiliki perasaan yang kuat kepada saudari ini. Dia bikin saya bahagia. Saya mengagumi kecerdasannya, kedewasaannya, humor, dan kesabarannya saat mengajar saya. Kami menghabiskan berjam-jam ngobrol dan main game, dan dia sering mengirimi saya pesan tentang harinya dan berbagi foto. Akhirnya saya nggak bisa lagi nyembunyiin perasaan saya dan saya bilang ke dia. Dia bilang dia pernah punya perasaan ke saya tapi udah berusaha untuk move on. Dia jelas-jelas bilang nggak mau sama orang non-Muslim dan dia nggak menjalin hubungan pacaran. Ada juga jarak di antara kami. Alasannya bisa dimengerti, jadi kami sepakat untuk tetap berteman. Beberapa bulan berlalu, kami jadi jarang bicara, tapi saya masih banyak mikirin dia. Saya pengen memastikan reversion saya ini tulus. Saya khawatir saya mungkin menerima Islam karena berharap kami bisa bersama, bukan dari keyakinan yang sebenar-benarnya. Dia bahkan bilang dia udah berdoa agar Allah membimbing saya ke Islam supaya kami bisa bersama, dan denger itu bikin semuanya jadi lebih sulit. Saya belum bilang ke dia kalau saya udah memeluk Islam, dan saya nggak tahu apakah saya harus melakukannya. Kayaknya dia udah move on dan itu nyakitin. Saya mau yang terbaik untuk kami berdua dan percaya bahwa Allah tahu yang terbaik. Saya udah kepikiran untuk menjauhi dia dari hidup saya, tapi saya nggak merasa cukup kuat. Saya berusaha untuk konsisten berdoa dan minta petunjuk, tapi saya merasa bingung. Saya mulai hidup sebagai Muslim dengan ketidakpastian di hati saya. Saran tentang cara mengatasi ini bakal sangat berarti bagi saya. Ya Allah, jangan biarkan hati saya terikat pada apa yang bukan untuk saya.