Diterjemahkan otomatis

Assalamualaikum - Menghadapi Masa Sulit (Revert)

Assalamualaikum, Saya sangat menghargai keluarga dan kebersamaan - jujur, saya nggak bisa bayangin hidup tanpa istri dan anak-anak, rasanya hampa. Saya sering berdoa supaya Allah SWT memberi saya waktu dan cara untuk mencapai titik itu dan memberkati saya dengan sebuah keluarga. Ada seorang saudari Muslim yang sudah saya kenal cukup lama dan kami berdua sama-sama mengungkapkan bahwa kami ingin menikah. Secara terpisah, masing-masing dari kami berbicara dengan orang tuanya tentang niat kami. Mereka bilang mereka belum siap mendukung itu sekarang. Mereka ingin putri mereka fokus pada studinya dan lebih suka dia yang memilih saat waktu itu tiba. Mereka bilang mungkin kita bisa bicarakan lagi di masa depan. Saya memutuskan untuk menunggu dan mencoba lagi dalam beberapa tahun (2–3). Saya sudah terikat dengan ide ini dan saya berniat untuk bersabar. Untuk saat ini, saya fokus pada pendidikan saya dan meningkatkan pengetahuan saya tentang Islam, dan saya bisa mengerti sudut pandang mereka bahwa pernikahan mungkin nggak ideal saat ini. Yang sulit adalah mempercayai bahwa janji mereka untuk membahas ini lagi akan benar-benar terwujud. Ketidakpastian itu menakutkan - saya nggak mau menghabiskan bertahun-tahun emosi untuk sesuatu yang mungkin nggak terwujud. Saya sudah dengar cerita orang-orang yang berharap untuk hal yang sama dan akhirnya hancur dan terluka. Kalau ada yang pernah mengalami hal serupa, atau punya saran tentang cara menghadapi periode menunggu ini dan mengatur ekspektasi sambil tetap tawakkul, saya sangat menghargai mendengar pendapat kalian.

+251

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Minta untuk ngobrol jujur dengan orang tuanya tentang kekhawatiran mereka yang sebenarnya. Mungkin mereka bakal lebih terbuka kalau kamu menunjukkan tanggung jawab dan rencana. Komunikasi yang jelas bisa mengurangi ketidakpastian lebih dari sekadar menunggu dalam keheningan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah menunggu seperti ini sekali. Sepakati jadwal yang jelas dengan orang tuanya - minta tanggal cek-in yang konkret. Itu menyelamatkan saya dari menunggu tanpa akhir. Juga, jaga kehidupan sosial dan tujuan agar tetap aktif supaya tidak didefinisikan oleh penantian.

+11
Diterjemahkan otomatis

Bro, saya ngerti banget. Bagian tersulit itu ‘mungkin’. Coba kurangi kecemasan harian: batasi seberapa sering kamu membicarakannya dengan teman-teman dan fokus pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan. Dua dan tawakkul, tapi jangan lupain juga perawatan diri.

+6
Diterjemahkan otomatis

Merasa terikat itu wajar. Tanyain dia apa dia masih mau hasil yang sama dalam 2-3 tahun - keselarasan itu penting. Kalau kalian berdua sepakat untuk menunggu dan menetapkan batasan, itu bisa melindungi hati kalian berdua. Kalau nggak, tetap buka opsi dengan hormat.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bro, doain aja dan terus berbuat baik. Tapi jaga kondisi emosimu - jangan taruh semua harapanmu pada sebuah janji. Bertemanlah, belajar giat, bangun hidupmu supaya apapun hasilnya nggak bikin kamu hancur.

+7
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam bro, situasi yang sulit. Sabar itu sebuah kebajikan, tapi tetapkan tujuan kecil pribadi untuk 2-3 tahun ke depan biar kamu nggak terjebak. Jaga doa, sibukkan diri dengan studi dan Islam, dan secara lembut tanyakan kabar keluarganya nanti. Lindungi hatimu sambil tetap berharap.

+12
Diterjemahkan otomatis

Saya bilang, investasikan pada diri sendiri sekarang - karier, deen, karakter. Kalau nanti berhasil, bagus. Kalau enggak, ya setidaknya kamu tetap lebih baik. Juga hindari stalking update dari keluarganya; itu cuma bikin khawatir.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Saran saya: setujui batasan dengan si kakak - tidak ada sinyal campuran, tidak ada romansa selama menunggu kecuali ada rencana yang jelas. Itu menyelamatkan kami berdua dari sakit hati dan menjaga tawakkul tetap nyata.

+5
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: tetapkan garis waktu mental untuk emosi kamu. Kalau nggak ada yang berubah setelah itu, lanjutkan saja. Bukan berarti kamu berhenti berdoa, cuma lindungi masa depanmu. Sulit, tapi kadang perlu.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar