Assalamu alaykum - Al-Qur'an Mendorong Perempuan untuk Berbicara dengan Martabat
Assalamu alaykum, Beberapa orang bilang Islam menyuruh perempuan untuk diam, tapi sebenarnya Quran mengatakan sebaliknya. Ambil aja ayat yang ngomong ke istri-istri Nabi (33:32). Ini sering disalahgunakan untuk argumen bahwa perempuan nggak boleh bicara, padahal ayat itu sendiri jelas memberi panduan tentang cara berbicara, bukan untuk diam: يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ Wahai istri-istri Nabi, لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ Kalian tidak seperti perempuan-perempuan lainnya, إِنِ اتَّقَيْتُنَّ Jika kalian bertaqwa. فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ Maka janganlah kalian bersikap lembut dalam berbicara, فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ Agar orang yang ada dalam hatinya penyakit tidak tergoda, وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا Dan ucapkanlah kata-kata yang baik dan benar. Kamu nggak bisa pakai ini untuk bilang “jangan bicara” karena ayat ini secara harfiah diakhiri dengan perintah untuk berbicara (وَقُلْنَ). Frasa فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ lebih baik dipahami sebagai panduan gaya: jangan turunkan nada suara, jangan bicara dengan sikap tunduk atau rendah diri. Kata dasar خَضَعَ di tempat lain di Quran (misalnya, 26:4) menggambarkan leher yang menunduk - gambar itu menunjukkan penurunan fisik dan penyerahan. Jadi di sini Allah memberi tahu istri-istri Nabi untuk menghindari sikap tunduk dalam berbicara. Sederhananya: angkat kepala kalian, bicara dengan percaya diri dan martabat, dan gunakan kata-kata yang baik dan pantas. Perintah وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا menegaskan hal itu - bicara, tapi bicaralah dengan benar. Ini bukan hanya untuk istri-istri Nabi saja. Quran juga menggambarkan istri-istri Nabi sebagai ibu bagi orang-orang beriman (33:6), dan kita belajar dari contoh perempuan di keluarga kita - cara bicara, kekuatan, dan karakter mereka. Jadi pelajaran ini berlaku untuk semua perempuan yang beriman, dan juga untuk laki-laki: gunakan suara kalian dengan hormat, jelas, dan percaya diri. Wassalamu alaykum.