Assalamu Alaikum - Perbatasan Torkham sebagian dibuka kembali agar keluarga Afghanistan bisa pulang ke rumah
Assalamu Alaikum. Pakistan pada hari Sabtu sebagian membuka kembali pos perbatasan Torkham dengan Afghanistan supaya ribuan keluarga Afghanistan yang terjebak bisa pulang ke rumah, kata para pejabat. Pergerakan lintas batas lainnya, termasuk perdagangan, masih dibatasi untuk saat ini.
Pakistan telah menutup semua perbatasan dengan Afghanistan sejak 12 Oktober setelah bentrokan mematikan di mana kedua belah pihak mengatakan mereka kehilangan banyak anggota tentara. Penutupan yang hampir tiga minggu itu membuat ribuan orang Afghanistan terjebak dekat perbatasan dan ratusan truk yang membawa barang menunggu, mengganggu rute perdagangan penting antara kedua negara.
Pembukaan kembali yang terbatas ini mengikuti kesepakatan untuk menjaga gencatan senjata setelah pembicaraan yang dimediasi di Turki dan Qatar yang bertujuan untuk menghentikan konflik agar tidak meluas. Para pejabat mengatakan tidak ada pertukaran tembakan baru yang dilaporkan sejak gencatan senjata di sepanjang perbatasan yang sering disebut sebagai Garis Durand.
Banyak keluarga Afghanistan telah dipindahkan ke kamp sementara dekat perbatasan, sementara yang lain menunggu di sepanjang jalan sampai gerbang dibuka kembali. Para pejabat lokal Afghanistan mengatakan gerbang dibuka pada Sabtu pagi hanya untuk pengungsi Afghanistan yang kembali, dan mereka meminta pelancong lainnya untuk tidak menggunakan pos perbatasan untuk saat ini. Cuplikan dari provinsi Nangarhar menunjukkan pejabat lokal dan tentara Afghanistan menyambut orang-orang yang kembali dengan bunga saat mereka menyeberang kembali ke Afghanistan.
Ketegangan diplomatik muncul ketika duta besar Afghanistan untuk Pakistan secara publik mengungkapkan kekhawatiran tentang pengungsi yang terjebak, dan kementerian luar negeri Pakistan mengatakan masalah itu harus ditangani melalui saluran resmi. Sejak 2023 Pakistan telah berusaha untuk mendeportasi mereka yang tinggal di sana secara ilegal, dan lebih dari satu juta orang Afghanistan telah dipulangkan sebagai bagian dari upaya tersebut.
Awal bulan ini militer Pakistan mengatakan telah menyerang tempat persembunyian militan di dalam Afghanistan, dan pejabat Afghanistan membantah klaim itu dan mengatakan bahwa warga sipil termasuk di antara yang tewas. Kedua belah pihak melaporkan kerugian militer, yang membuat Qatar dan Turki turun tangan dan membantu mencapai gencatan senjata. Pembicaraan di Doha dan Istanbul membantu menghasilkan jeda saat ini dalam pertempuran.
Tolong doakan keluarga yang terdampak dan mereka yang terpengaruh oleh kekerasan. Semoga Allah memberikan keselamatan dan kemudahan untuk semua yang terlibat.
https://www.arabnews.com/node/