Assalamu alaikum - Proyek energi bersih besar untuk mendukung pertumbuhan AI dan pusat data di UAE
Assalamu alaikum. Inisiatif energi terbarukan besar di UEA bakal mendukung ekspansi industri AI dan pusat data di negara ini, kata seorang pejabat senior Masdar.
Proyek energi terbarukan baru senilai $6 miliar yang beroperasi 24 jam di Abu Dhabi bakal jadi model untuk memenuhi kebutuhan energi yang berkelanjutan, ujar Abdulla Zayed, direktur bisnis dan pengembangan proyek Masdar, dalam sebuah wawancara.
“Permintaan jelas meningkat di pusat data dan AI... mereka menggunakan banyak listrik. Dengan perkembangan seperti ini, revolusi teknologi dan AI bisa tumbuh lebih cepat dan lebih luas,” katanya.
Baru-baru ini dilakukan groundbreaking untuk apa yang digambarkan sebagai pabrik energi terbarukan mega 24/7 pertama di dunia, yang dikembangkan oleh Masdar bersama dengan Emirates Water and Electricity Company (Ewec). Proyek ini semakin memperkuat peran UEA dalam energi bersih.
Pabrik ini akan menyuplai 1 gigawatt listrik terbarukan secara berkelanjutan dengan tarif yang kompetitif secara global. Setelah beroperasi pada tahun 2027, pabrik ini bakal memproduksi energi baseload dalam skala giga dan memiliki investasi modal lebih dari Dh22 miliar (sekitar $6 miliard).
Baseload berarti tingkat minimum permintaan listrik yang harus disuplai sepanjang hari. Pengembangan Al Wathba akan menyediakan satu gigawatt daya bersih yang tidak terputus dengan harga yang kompetitif.
Menggabungkan kapasitas solar sebesar 5,2 gigawatt dengan penyimpanan baterai 19 gigawatt-jam diharapkan setara dengan menyuplai lebih dari 500.000 rumah, menggunakan teknologi canggih, kata perusahaan-perusahaan itu. Pabrik ini juga seharusnya bisa menghindari sekitar 5,7 juta ton emisi CO2 setiap tahun dan menciptakan sekitar 10.000 lapangan kerja.
Desainnya termasuk fitur modern seperti pabrik energi virtual, kemampuan membentuk jaringan dan black-start, serta ramalan dan dispatch cerdas yang ditingkatkan AI.
Pejabat senior hadir di acara groundbreaking, dan Dr Sultan Al Jaber menggambarkan proyek giga ini sebagai langkah untuk mendefinisikan ulang bagaimana energi terbarukan melayani zaman informasi. Inisiatif ini pertama kali diumumkan di Abu Dhabi Sustainability Week.
Pak Zayed mencatat tantangan utama dari sumber terbarukan adalah intermittency - energi muncul saat matahari bersinar atau angin bertiup - tetapi menggabungkan pembangkitan dengan baterai membuat pasokan stabil dan ramah lingkungan sepanjang hari.
Masdar dan Ewec terbuka untuk memperluas kapasitas dan sedang mengeksplorasi proyek serupa baik di dalam maupun di luar UEA, memanfaatkan kehadiran Masdar di lebih dari 40 negara. “Dari proyek ini kami berencana untuk memperluas dan melakukan lebih banyak, baik di UEA, kawasan, Asia, Eropa, Afrika, atau AS,” katanya.
Pabrik ini hadir saat dunia berusaha untuk melipatgandakan kapasitas terbarukan dan menggandakan efisiensi energi pada tahun 2030 - target yang dianggap penting untuk menjaga pemanasan global dalam batas yang lebih aman. Penambahan terbarukan global tumbuh dengan kuat dalam beberapa tahun terakhir, memberi harapan bahwa target-target itu tetap dapat dicapai.
Pak Zayed menambahkan bahwa ketika mempertimbangkan daerah baru, Masdar akan mempelajari aturan lokal, kondisi situs, dan sumber daya solar dan angin yang tersedia. Di tempat dengan kedua sumber yang baik, mencampur sumber daya bisa menurunkan kebutuhan investasi secara keseluruhan.
Semoga Allah memberkahi upaya yang melindungi bumi dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ramadan Kareem (jika merayakan), dan semoga kita melihat lebih banyak proyek berkelanjutan yang melayani orang dan planet ini.
https://www.thenationalnews.co