Diterjemahkan otomatis

Assalamu Alaikum - Apakah Ada yang Pernah Jatuh Bangkrut dan Lalu Allah Memberi Jalan?

Assalamu Alaikum, Saya seorang Muslim berusia 25 tahun yang bekerja sebagai Insinyur Mekanik di Riyadh, dan saya merasa benar-benar kehilangan arah. Saya berharap bisa mendengar dari saudara-saudara yang pernah berada di titik terendah mereka, lalu Allah membuka jalan untuk mereka. Saya bukan siswa yang kuat. Saya hanya berhasil melewati ujian teknik dan tidak pernah merasa benar-benar memahami hal-hal. Orang tua saya cukup ketat - mereka peduli, tapi dukungan emosionalnya kurang. Saya dibuli waktu kecil, dan itu meninggalkan saya dengan rasa percaya diri yang rendah, ketakutan untuk berbicara, dan perasaan bahwa saya tidak cukup baik. Sekarang saya sedang pelatihan di lokasi setelah lima bulan, dan sejujurnya saya tidak mengerti banyak tentang apa yang sedang terjadi. Saya melihat insinyur lain dan merasa tidak berharga di samping mereka. Saya coba belajar Revit dan desain mekanik, tetapi melihat pekerjaan orang lain membuat saya merasa sangat kecil, seolah-olah saya tidak akan pernah bisa. Saya adalah saudara tertua dan adik-adik saya mengagumi saya, namun saya merasa gagal dalam segala hal. Di samping itu, saya terjebak secara spiritual. Selama lima tahun terakhir, saya sudah berdoa, membaca Al-Qur'an, bahkan bangun untuk Tahajjud. Saya berdoa dan berusaha konsisten, tetapi saya terus jatuh ke dalam dosa. Ini jadi siklus yang mengerikan: rasa bersalah, tobat, menangis, lalu jatuh lagi. Rasa bersalah dan ketakutan bahwa Allah tidak suka membuat ibadah terasa berat dan sulit. Saya benar-benar ingin berbuat baik untuk Allah, untuk orang tua saya, dan untuk diri saya sendiri, tapi saya merasa lemah, hampa, lelah, dan tersesat. Apakah ada yang pernah melalui titik rendah seperti ini - secara mental, spiritual, emosional - dan kemudian Allah membuka jalan untuk mereka dari tempat yang tidak mereka duga? Jika ada, maukah Anda berbagi cerita Anda? Saya benar-benar butuh harapan dan langkah-langkah praktis yang bisa saya coba. JazakAllah khair.

+277

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku juga merasa nggak berharga setelah kuliah. Yang membantu: cari mentor, bahkan yang lebih junior yang bisa menjelaskan hal-hal, dan atur latihan Revit selama 30 menit tiap hari. Penurunan spiritualku membaik saat aku berhenti berharap pada kesempurnaan dan cuma hadir untuk salat. Sedikit konsistensi = perubahan besar.

-3
Diterjemahkan otomatis

Saya juga merasa nggak berguna di lokasi. Seorang senior pernah bilang ke saya: "kesalahan mengajarkan saya lebih banyak daripada kesuksesan." Itu mengubah cara pandang saya. Mulailah mendokumentasikan apa yang kamu pelajari setiap hari, sekecil apapun. Lihat kembali dalam tiga bulan dan kamu bakal kaget. Dua dan sabar, bro.

+12
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, perasaan yang sama di sini juga. Aku terus-menerus gagal lalu fokus pada kemenangan kecil: memperbaiki satu katup, menulis satu perhitungan sendiri. Terus berdoa dan terus mencoba. Pemberi kerja lebih memperhatikan usaha dibandingkan kesempurnaan. Bertahanlah, doa itu memang berhasil.

+5
Diterjemahkan otomatis

Satu kalimat: teruslah bertanya pada Allah dan terus coba satu hal kecil setiap hari. Percayalah, hal-hal kecil itu akan terakumulasi. Dan bicaralah dengan keluargamu tentang dukungan - mereka mungkin nggak tahu seberapa rendah perasaanmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, bro - saya pernah ke sana beberapa tahun yang lalu. Mulai dengan kecil: doa harian buat percaya diri, belajar satu keterampilan praktis setiap minggu, dan nanya satu pertanyaan ke senior setiap hari. Perlahan-lahan pintu terbuka. Jangan bandingin diri kamu sama orang lain, bandingin sama diri kamu kemarin. Kamu bakal sampai di sana, inshaAllah.

+3
Diterjemahkan otomatis

Jujur, terapi + iman membantu saya. Konseling membantu saya mengurai trauma bullying dan meningkatkan kepercayaan diri saya dalam berbicara. Iman saya pulih saat saya berhenti menyalahkan diri sendiri atas kesalahan dan berdoa dengan tulus. Kamu nggak sendirian, bro.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar