Assalamu Alaikum - Museum Mesir Agung dibuka di Kairo
Assalamu Alaikum, saudara dan saudari. Kairo telah membuka Museum Besar Mesir yang sudah lama ditunggu-tunggu pada hari Sabtu, sebuah pameran warisan firaun yang bernilai miliaran pound yang diharapkan Mesir dapat membantu menghidupkan kembali pariwisata dan menguatkan ekonomi.
Museum ini, yang berjarak sekitar 2 km dari Piramida Agung di Giza, menyelenggarakan apa yang disebut pejabat sebagai "malam yang tak terlupakan." Setelah bertahun-tahun menunggu, penundaan, dan persiapan yang hati-hati, peresmian ini terasa seperti momen penting dalam cerita budaya dan pariwisata Mesir.
Tujuh puluh sembilan delegasi, termasuk 39 kepala negara dan pemerintahan, diharapkan hadir pada pembukaan tersebut. Perwakilan datang dari negara-negara seperti Jerman, Jepang, Arab Saudi, Belgia, Spanyol, dan Denmark. Jepang memberikan dukungan finansial dan teknis untuk pembangunan museum, yang mencakup hampir setengah juta meter persegi.
Koleksi ini memiliki lebih dari 100.000 artefak, dengan sekitar separuhnya direncanakan untuk dipamerkan, membuatnya menjadi koleksi terbesar yang fokus pada satu peradaban, menurut pejabat Mesir.
Di dalam, pengunjung melangkah ke aula yang luas, terang benderang dengan langit-langit tinggi dan dinding batu berwarna pasir yang mencerminkan gurun di dekatnya. Karya-karya penting termasuk patung raksasa Ramses II di atrium, sebuah obelisk menggantung yang menghormati raja yang sama, dan tangga "Perjalanan ke Keabadian" yang dihiasi dengan patung dewa dan firaun.
Bagi banyak orang yang telah menunggu selama puluhan tahun, pembukaan ini adalah perayaan sekaligus momen untuk merenungkan sejarah dan identitas Mesir. Presiden Abdel Fattah El Sisi mengatakan bahwa museum ini akan menggabungkan kecerdikan orang Mesir kuno dan kreativitas orang Mesir modern, menciptakan sebuah landmark baru yang akan menarik perhatian mereka yang menghargai peradaban dan pengetahuan.
Seorang mantan menteri kebudayaan mengenang bagaimana ide ini dimulai setelah sebuah komentar tajam dari seorang penerbit Italia di Paris, yang memicu keputusan untuk merencanakan sebuah museum megah baru dekat piramida. Apa yang dimulai sebagai janji hangat pada tahun 1992 akhirnya berkembang menjadi proyek ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata di Mesir telah pulih, dengan 15 juta pengunjung dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 dan pendapatan sebesar $12,5 miliar, naik 21% dari tahun sebelumnya. Semoga museum baru ini menjadi sumber kebanggaan dan manfaat bagi negara dan rakyatnya. Jazakum Allahu khairan atas pembacaannya.
https://www.thenationalnews.co