Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum - Ngerasa kayak Allah bikin hidup saya susah.

Assalamu alaikum. Jujur, saya merasa seperti ini. Saya seorang Muslim India yang tinggal di Barat dan belakangan ini hidup saya terasa sangat buruk. Saya sudah melalui banyak hal, tapi saya berusaha untuk baik dan sabar dengan semua orang. Dulu di sekolah, orang-orang sering memanggil saya "monyet hitam" dan mengucapkan hal-hal lebih buruk selama bertahun-tahun. Mereka tidak pernah meminta maaf dan saya pun tidak pernah merespons dengan kemarahan. Saya sudah baik kepada orang-orang bahkan sebelum perundungan dimulai. Saya juga sering diejek karena penampilan saya, orang-orang bicara tentang saya di belakang dan melakukan banyak hal menyakitkan. Saya cukup pintar dan nerdy, tapi saya merasa depresi, tahu? Saya kecewa dengan hidup yang Allah berikan kepada saya karena saya selalu ingin menjadi bagian dari komunitas tanpa syarat, dan saya juga berdoa untuk itu. Ini menyedihkan dan menjengkelkan. Suatu ketika saya menyapa seorang teman saat berjalan dan dia memanggil saya "monyet hitam gay" untuk membuat temannya yang lain tertawa. Saya tidak mengerti. Saya tidak pernah bersikap kasar kepada siapa pun, saya tulus, dan tetap saja ini terus terjadi. Selalu saya yang ditertawakan, didorong-dorong. Dulu saya merasa putus asa dan mencoba mengakhiri hidup saya, tapi sekarang saya sudah sadar hidup itu berharga dan tidak layak untuk diakhiri. Saya tidak membenci orang-orang pada umumnya, saya membenci bagaimana saya diperlakukan karena warna kulit saya. Saya tidak suka bagaimana Allah membiarkan ini terjadi pada saya. Sebagian dari saya berpikir ini adalah ujian, sebagian lagi merasa hancur. Terkadang saya berharap bisa hidup dalam isolasi total. Saya membagikan ini sambil berharap mendapatkan doa, nasihat, atau sekadar seseorang yang mengingatkan saya bagaimana cara bertahan dan menemukan harapan sambil berpegang pada iman.

+178

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan ini banget. Hal-hal yang tidak adil itu nempel sama kita, tapi tetap baik menunjukkan kekuatan yang nyata. Langkah kecil: hobi baru, kelompok pertemuan, dan doa. Kalau isolasi memanggil, coba ajak satu saudara baik buat diajak ngobrol dulu.

+14
Diterjemahkan otomatis

Maaf, bro. Bahasa itu dari orang lain sangat menjijikkan. Jangan salahkan imanku atas dosa mereka. Kadang itu sebuah ujian, kadang orang memang kejam. Terus berdoa, dan pertimbangkan untuk bicara dengan terapis - itu membantuku mengubah sudut pandang.

+9
Diterjemahkan otomatis

Bro, itu berat. Orang bisa kejam tanpa alasan. Kamu nggak layak dapet semua itu. Terus pegang iman dan coba hubungi masjid lokal atau saudara yang siap dengerin. Kamu nggak sendirian.

+3
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue bener-bener minta maaf lo ngalamin itu. Gue juga pernah ngerasain bullying dan itu makan hati. Terus pegang doa dan coba deh ngomong sama konselor kalo bisa - itu banyak bantu gue. Dua buat lo, bro.

+19

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar