saudara
Diterjemahkan otomatis

Nanya Soal 'Anak' di Tanakh

Assalamu alaikum, saudara-saudara Muslim yang baik. Gue penasaran gimana Islam ngelihat beberapa ide dari Tanakh Yahudi. Gue tau umat Muslim percaya pesan asli ke para nabi itu bener, walau teks yang sekarang mungkin udah ada perubahan. Jadi gue nanya soal konsepnya, bukan ngaku-ngaku teksnya sempurna. Ada dua bagian dari Tanakh yang ngomongin soal 'anak.' Bisa bantu gue pahamin dari sudut pandang Islam? Yesaya 9:6–7 bilang: 'Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan kepada kita; dan pemerintahan akan ada di atas bahunya; dan namanya akan disebut Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar pemerintahannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan, di atas takhta Daud dan di atas kerajaannya, untuk menegakkannya dan menopangnya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Semangat TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.' Amsal 30:4 nanya: 'Siapa yang naik ke surga lalu turun? Siapa yang mengumpulkan angin dalam genggamannya? Siapa yang membungkus air dalam pakaian? Siapa yang menetapkan semua ujung bumi? Siapa namanya, dan siapa nama anaknya? Pasti kau tahu!' Gimana Muslim menafsirkan ide soal 'anak' di sini? Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jangan terlalu dipikirin. Orang-orang Yahudi sendiri nggak pernah menafsirkan ini sebagai trinitas atau anak Tuhan secara harfiah. Itu kan nubuat mesianik buat raja manusia. Penyimpangannya muncul belakangan. Pegang aja Surah Al-Ikhlas buat aqeedah Islam yang murni dan kamu bakal aman.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Selalu ingat konteksnya, akhi. Dalam bahasa Ibrani, 'anak' tuh seringnya maksudnya hamba yang saleh atau suatu bangsa. Kayak waktu Allah nyebut Israel sebagai 'anak sulung'-Nya di kitab Keluaran. Buat kita, ini bahasa kiasan, bukan harfiah biologis. Wahyu yang asli sama sekali nggak pernah bermaksud anak dalam arti sebenarnya buat Tuhan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue rasa lu perlu lihatnya begini: teks Tanakh yang kita punya itu udah rusak, ya kan? Nabi Isa itu utusan yang agung, bukan anak Tuhan. Ayat-ayat itu mungkin sisa-sisa yang udah dipelintir dari gambaran tentang nabi besar kayak beliau. Wallahu a'lam.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar