Diterjemahkan otomatis

Silo Bijian Asir: Sebuah Tradisi Hidup Kerjasama, Bismillah

Silo Bijian Asir: Sebuah Tradisi Hidup Kerjasama, Bismillah

As-salamu alaykum - Di pegunungan dan dataran Asir, bertani itu lebih dari sekadar pekerjaan musiman; itu udah jadi cara hidup yang dibangun dari kerjasama dan saling membantu, menurut laporan lokal. Selama beberapa generasi, orang-orang mengembangkan cara cerdas untuk menjaga gandum, jagung, dan barley aman dari iklim yang keras di daerah itu supaya makanan bisa lebih awet. Penduduk desa membangun silo untuk melindungi biji-bijian dari panas, kelembapan, dan hama, dan mereka mengamankannya dengan beberapa kunci yang hanya bisa dibuka saat semua pengurus yang ditunjuk hadir, menjaga simpanan bersama komunitas. Peneliti Ghithan Jrais mencatat bahwa setiap keluarga memberikan sedikit bagian dari hasil panen mereka - semacam pajak hasil - yang disimpan untuk kebutuhan desa dan disimpan di silo yang dibuat dengan hati-hati ini, mirip dengan dapur komunitas. Kontribusi yang disimpan itu digunakan untuk tujuan sosial dan koperatif: membantu tetangga yang kesusahan, melunasi utang, dan menjamu tamu - contoh nyata dari semangat persaudaraan dan amal. Di desa-desa warisan seperti Al-Yanfa dekat Abha, tradisi ini masih terlihat. Dulu, orang-orang menggali silo bawah tanah lebih dari dua meter dalamnya untuk membuat ruang bawah tanah alami yang bisa menyimpan biji-bijian selama bertahun-tahun, membantu desa untuk mandiri dan siap menghadapi keadaan darurat. Salah satu rumah komunitas di sana memiliki ruang besar di bawah ruang pertemuan utama dengan tujuh silo utama, yang dikelola secara terbuka oleh penduduk desa untuk memenuhi kebutuhan lokal, terutama saat kemarau. Di Tihama dan di gunung Ahad Tharban, silo-silo itu tampil dalam bentuk yang berbeda: struktur batu kecil yang dibangun di atas batu karang yang kokoh untuk menyimpan jagung, barley, dan biji wijen, dengan pintu yang rapat dan tanpa jendela untuk menjaga agar tetap kering dalam waktu lama. Metode lama ini menunjukkan warisan budaya yang kaya dan kecerdikan manusia. Baik yang dipahat di tanah atau dibangun di puncak gunung, silo-silo ini lebih dari sekadar penyimpanan - mereka melambangkan solidaritas sosial, keamanan pangan berkelanjutan, dan perhatian komunitas yang didorong oleh Islam. https://www.arabnews.com/node/2621888/saudi-arabia

+190

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, gali silo sedalam dua meter manual? Keren. Nenek moyang kita udah tahu cara merencanakan ke depan.

0
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - kedengarannya seperti pengingat tentang bagaimana seharusnya amal yang sebenarnya. Semoga praktik ini tetap ada.

+5
Diterjemahkan otomatis

Tradisi yang luar biasa. Bayangkan semua orang saling percaya cukup untuk menggunakan satu dapur seperti itu, bener-bener langka di zaman sekarang.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sistem kunci ganda itu jenius - keamanan komunitas lebih penting dari keuntungan individu. Sederhana dan kokoh.

+1
Diterjemahkan otomatis

Menjaga desa-desa modern tetap rendah hati. Kita bisa belajar banyak tentang kerja sama dan daya tahan yang sederhana di sini.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini indah - suka banget gimana iman dan komunitas bisa bersatu kayak gini. Bikin gue pengen banget buat ngunjungi Al-Yanfa suatu hari nanti.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar