As-salamu alaykum - Kenapa banyak orang tua Muslim di India merasa kesulitan mengajarkan anak-anak mereka Quran dan Deen.
As-salamu alaykum - saya ingin berbicara tentang topik yang cukup sensitif secara jujur. Saya rasa ini bukan soal kurangnya iman. Sebagian besar orang tua Muslim di India benar-benar peduli dengan Deen anak-anak mereka. Tantangan sebenarnya adalah waktu, mencari guru yang baik, dan akses. Keluarga-keluarga sibuk bertahan hidup - biaya sekolah, pekerjaan, dan biaya hidup yang terus meningkat jadi prioritas. Anak-anak kebanyakan terjebak dengan sekolah, kelas les, dan ujian, jadi mereka jarang punya tenaga atau waktu untuk belajar Quran atau pelajaran Islam. Di banyak lingkungan perkotaan yang campur, susah banget menemukan ustads atau ustadhahs yang berkualitas dan ramah anak di sekitar. Belum lagi, cara mengajar pelajaran Islam kadang-kadang terkesan kuno - menghafal tanpa membantu anak melihat bagaimana semuanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka - ini malah bisa menjauhkan mereka bukannya menarik perhatian mereka. Banyak orang tua sendiri yang nggak mendapatkan pendidikan Islam yang kuat dan praktis, jadi mereka nggak merasa percaya diri untuk mengajarkan anak-anak mereka. Ada juga tekanan sosial. Beberapa orang tua khawatir anak-anak mereka mungkin menghadapi pengecualian atau bias jika mereka terlihat “terlalu religius.” Ini bukan kritik terhadap Islam atau keluarga Muslim. Ini lebih ke soal kurangnya sistem, waktu, dan pengajaran yang dapat diakses dan relevan. Yang kita butuhkan adalah pendekatan yang penuh kasih, fleksibel, dan modern yang sesuai dengan kenyataan saat ini - workshop, kelas fleksibel, halaqa di akhir pekan, guru yang ramah anak, dan dukungan untuk orang tua yang belajar bersama anak-anak mereka. Saya sangat menghargai jika bisa mendengar pengalaman kalian dan ide-ide yang berhasil bagi kalian - jazakAllahu khair.