As-salamu alaykum - Nubuatan Badui Terlihat Lebih Menakjubkan Dari Yang Diharapkan Sebelumnya
As-salamu alaykum. Saya ingin berbagi beberapa pemikiran tentang sebuah hadits dari Nabi ﷺ yang saya rasa menarik. Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang Hari Terakhir, beliau menyebutkan sebuah tanda: orang-orang yang dulunya berjalan tanpa alas kaki dan telanjang - para pengembala - akan bersaing dalam membangun struktur yang tinggi. Ketika ditanya siapa pengembala itu, beliau ﷺ menunjukkan bahwa mereka adalah orang Arab. Deskripsi itu jelas mengarah pada orang Arab Badui: sekelompok kecil yang secara historis nomaden dan berbeda dari orang Arab yang tinggal di kota-kota seperti Damaskus, Kairo, Baghdad, dan sejenisnya. Ulama awal seperti Ibn Hajar, Imam al-Nawawi, dan al-Qurtubi memahami kata-kata itu dengan cara seperti itu. Selama berabad-abad, orang Badui hidup dalam kondisi gurun yang keras, miskin, dan sebagian besar terputus dari pendidikan formal dan kenyamanan kota. Pelancong seperti Sir Wilfred Thesiger mencatat bagaimana kehidupan mereka bergantung pada hujan, keberuntungan, dan bertahan hidup, hidup sederhana dan percaya pada takdir Allah. Namun, di abad ke-20, setelah penemuan minyak - yang dalam beberapa kitab dan ucapan secara kiasan digambarkan sebagai bumi yang mengeluarkan kekayaan besar - daerah-daerah yang sama mengalami transformasi dramatis. Desa-desa dan kelompok nomaden yang dulu miskin sekarang menjadi pusat negara-negara dengan kekayaan yang sangat besar. Di banyak bagian Semenanjung Arab, sekarang kamu bisa melihat keluarga-keluarga dan kota bersaing untuk membangun menara yang lebih tinggi dan pembangunan yang lebih megah, termasuk gedung pencakar langit raksasa di dekat area yang dulunya Badui. Gambaran hadits tentang pengembala yang dulunya telanjang bersaing untuk mendirikan bangunan tinggi terasa sangat spesifik dalam konteks itu. Hadits tersebut juga berbicara tentang bumi yang memuntahkan harta kekayaannya dan orang-orang berperilaku dengan cara yang biasanya tidak akan mereka lakukan demi kekayaan. Melihat ekstraksi minyak modern - yang mengalir dari dalam tanah dan kemudian dikumpulkan di rig dan kolom yang tinggi - tidak sulit untuk melihat mengapa beberapa orang mengartikan kata-kata itu sebagai merujuk pada kekayaan cair daripada emas dan perak secara harfiah. Penting untuk diingat bahwa Nabi ﷺ tidak mendorong kecintaan yang tidak perlu pada kekayaan. Beliau hidup sederhana dan memperingatkan agar tidak membiarkan kekayaan merusak hati. Al-Qur'an dan Sunnah memperingatkan tentang kelalaian terhadap akhira demi dunia. Tanda-tanda yang beliau ﷺ sebutkan bersifat deskriptif, bukan preskriptif - mereka menunjukkan apa yang akan terjadi, bukan apa yang seharusnya kita cita-citakan. Tanda lain yang terkait adalah pergerakan atau penghilangan gunung. Pembentukan ulang lanskap secara besar-besaran untuk membangun kota, jalan, dan mega-struktur hanya dimungkinkan dengan teknologi modern dan bahan peledak. Kemampuan itu membuat penyebutan gunung dalam hadits terasa relevan dengan beberapa abad terakhir. Saya tidak berusaha mengklaim adanya konspirasi atau membuat klaim besar-besaran di luar yang jelas: bahwa beberapa deskripsi Nabi ﷺ tentang Hari Terakhir mengandung rincian yang cocok dengan perkembangan yang kita lihat di dunia Arab modern. Ini adalah pengingat tentang luasnya pengetahuan Allah dan kebutuhan akan kerendahan hati: kekayaan dan kemewahan itu sementara, dan kita harus berpegang teguh pada iman dan akhlak yang baik. Apa pendapatmu? Apakah kamu memperhatikan tanda lain yang membuatmu merenungkan bagaimana masa lalu dan masa kini terhubung?