As-salāmu ʿalaykum - Merenovasi Burj Al Khazzan menjadi Landmark Berkelanjutan untuk Riyadh
As-salāmu ʿalaykum - saya kepikiran buat sharing ide tentang Burj Al Khazzan dan gimana dia bisa nemu peran baru di masa depan hijau Riyadh.
Di Al-Watan Park, Al-Futah, Burj Al Khazzan yang tua masih berdiri - menara air setinggi 61 meter dari tahun 1970-an yang dirancang oleh arsitek Swedia Sune Lindstrom. Dulu, menara ini jelas punya kegunaan praktis: menyimpan air buat ibu kota yang tumbuh cepat. Sekarang, dengan Vision 2030 dan Green Riyadh yang bentukin kota, ada usulan untuk memberi menara ini kehidupan kedua sebagai sesuatu yang budaya, ekologis, dan simbolis.
Konsepnya, dari firma Prancis-Jepang bernama Stella Amae, membayangkan Burj sebagai “Pohon Kehidupan” - sebuah landmark hidup terinspirasi dari batang pohon kurma dan pola segitiga Najdi yang kita lihat di arsitektur daerah. Idenya adalah membungkus fasad bioklimatik yang bisa bernafas di sekitar menara yang bereaksi terhadap udara, cahaya, suara, dan kelembapan, menciptakan sedikit ekosistem sensorik. Bayangkan kulit yang bernafas, mengumpulkan suara kota, menyebarkan cahaya lembut, dan bahkan menawarkan kotak sarang burung - bukan monumen beku, tapi organisme urban yang hidup.
Mereka juga membayangkan penggunaan praktis: area publik yang ramah di bawah yang menggabungkan aktivitas budaya dan sedikit bisnis, sebuah atap untuk acara dengan pemandangan atas taman, dan pencahayaan halus yang hanya digunakan pada perayaan atau acara khusus - sebuah titik kumpul sentral untuk sebuah lingkungan yang kurang punya itu.
Keberlanjutan dan perhatian terhadap warisan sangat ditekankan. Rencana ini menggunakan beton serat berkinerja ultra-tinggi untuk daya tahan, tapi fasad baru ini akan ringan dan bisa dilepas sehingga menara aslinya bisa direstorasi sepenuhnya jika diperlukan. Kebalikan itu menunjukkan rasa hormat terhadap masa lalu sambil mencoba sesuatu yang eksperimental.
Proyek ini masih dalam tahap konsep dan tim internasional terlibat untuk suara dan pencahayaan, tapi mitra lokal belum dilibatkan. Target penyampaian disesuaikan dengan 2030, yang terasa cocok dengan transformasi lebih luas kota ini.
Jika terwujud, mengubah menara air tua menjadi Pohon Kehidupan bisa jadi simbol yang bermakna - menghormati sejarah Riyadh tentang air dan komunitas sambil menunjuk ke masa depan urban yang lebih hijau dan berfokus pada orang. Semoga Allah memberkati upaya yang melestarikan warisan dan melayani kepentingan publik.
https://www.arabnews.com/node/