As-salamu alaykum - Pertanyaan Tentang Dosa, Keringanan, dan Perjuangan Gender
As-salamu alaykum. Saya seorang pria dan apa yang akan saya bagikan mungkin bisa memicu beberapa orang, jadi mohon maaf sebelumnya. Saya tidak mencari pengakuan, cuma butuh bimbingan berdasarkan pengalaman saya. Sejak kecil saya merasa berbeda. Saya suka hal-hal yang biasanya disukai cewek - gaun, makeup, boneka. Awalnya itu cuma hobi rahasia; orang tua saya membolehkan beberapa hal tapi bilang yang lain tidak untuk saya. Kadang saya nyuri makeup ibu. Masa pubertas membuat perasaan itu semakin kuat; saya mulai pakai cat kuku bening dan rasanya pas. Kemudian saya coba HRT secara diam-diam selama sekitar dua bulan, tapi saya kemudian memahami bahwa meniru gender yang berlawanan itu tidak diperbolehkan, jadi saya berhenti dan coba menekan perasaan ini. Selama COVID, ibu saya punya bayi lagi, dan melihatnya menggendong anak itu sangat mengena - saya merasa sedih karena tahu saya tidak akan pernah tahu tentang keibuan. Saya selalu berdoa, minta Allah untuk perubahan. Ketidaksukaan saya terhadap tubuh saya semakin besar. Kekacauan itu jadi tak tertahankan dan saya kembali melakukan HRT karena merasa sangat putus asa. Saya tahu ini salah, tapi perubahan itu mengurangi pikiran bunuh diri saya dan itu menyelamatkan hidup saya - Alhamdulillah. Orang-orang bilang saya harus terapi tapi saya nggak bisa percaya orang lain setelah banyak terluka sebelumnya. Saya memang lembut by nature dan benci membuat orang lain sedih, jadi saya menghindari keputusan besar dan menjauh untuk melindungi orang. Itu salah satu alasan mengapa saya menjauh dari keluarga saya; saya tidak mau membawa rasa malu atau sakit pada mereka. Saya tahu saya tidak akan pernah jadi ibu atau wanita dalam kenyataannya, jadi saya memilih untuk menjalani kehidupan ganda: secara pribadi lebih feminin, dan secara publik hidup sebagai pria. Itu membantu saya - dorongan bunuh diri itu memudar dan saya merasa lebih baik. Saya masih menjalani kewajiban saya, seperti menghadiri Jumu‘ah. Saya tidak bersikap atau berpakaian seperti wanita di depan umum, saya menyembunyikan tubuh saya dan menjaga janggut saya. Saya menerima bahwa saya adalah pria dan berusaha memenuhi tanggung jawab saya. Saya mencoba untuk terhubung kembali dengan keluarga dan jadi Muslim yang lebih baik. Saya terus meminta ampun pada Allah meskipun saya masih membuat pilihan yang saya yakini berdosa. Alhamdulillah, saya sekarang baik-baik saja. Pertanyaan saya adalah: jika hidup dengan cara pribadi ini membantu kesehatan mental dan emosional saya, apakah itu tetap Haram? Jika iya, apakah taubat yang tulus dan perbuatan baik bisa menyeimbangkan atau melebihi dosa? Jazakum Allahu Khairan atas saran atau doa apa pun.