As-Salamu Alaikum - Suriah Menyambut Investasi: Grup Hotel Menjelajahi Peluang di Damaskus
As-salamu alaikum. Para investor hotel, pengembang, dan operator lagi mulai ngobrol awal tentang kembali ke Suriah saat negara itu berusaha membangun kembali ekonominya yang terluka karena bertahun-tahun konflik, mengatur kembali koneksi udara, dan mengundang investasi asing.
Ada banyak peluang buat menghidupkan kembali sektor perhotelan, tapi para pemimpin industri bilang mereka lagi nimbang risiko dengan hati-hati dan nyari tanda-tanda stabilitas yang tahan lama, kebijakan yang ramah bisnis, dan sistem perbankan yang lebih kuat.
Operator regional udah nerima banyak pertanyaan dari investor dan pengembang yang tertarik dengan proyek di seluruh Suriah, Irak, dan Lebanon, yang nunjukin minat komersial yang baru. Beberapa kota di Suriah, termasuk Damaskus dan Aleppo, menarik perhatian dari grup hotel karena mereka butuh infrastruktur dan pusat komunitas - hotel bisa jadi pusat sosial dan bisnis saat tempat-tempat itu dibangun kembali.
Beberapa grup hotel internasional bilang mereka excited buat terlibat dan lagi ngobrol dengan pengembang lokal tentang manajemen dan kerjasama. Proyek-proyek tipikal mungkin butuh beberapa tahun buat dibangun, dan perusahaan bilang mereka pengen partner jangka panjang yang tepat sebelum berkomitmen ke pengembangan multimiliar dolar.
Pejabat yang udah dorong Suriah untuk reintegrasi ke ekonomi regional bilang negara itu mau kesepakatan win-win yang memungkinkan rekonstruksi tanpa tergantung pada bantuan. Pertemuan dengan perusahaan-perusahaan perhotelan dan dirgantara global udah berlangsung untuk menjelajahi kemungkinan investasi dan mendiskusikan bagaimana mendukung proses pembangunan kembali.
Para eksekutif hotel nyatet bahwa pemulihan layanan udara dan koneksi transportasi bakal jadi penting - pengunjung pertama datang dari negara-negara sekitar, dan begitu keamanan, visa, dan konektivitas membaik, permintaan dari tempat yang lebih jauh mungkin menyusul. Maskapai yang mulai lagi penerbangan ke Damaskus dilihat sebagai sinyal positif untuk sektor ini.
Investor minta insentif yang bikin bisnis lebih sederhana dan aman: aturan yang jelas tentang repatriasi modal dan laba, keringanan pajak, undang-undang yang transparan, reformasi perbankan, lisensi yang lebih cepat, dan pengurangan birokrasi untuk mempercepat proyek. Pendekatan yang ramah bisnis dari pihak berwenang dan pengakuan akan nilai pariwisata bisa mempercepat perubahan, kata mereka.
Para pemimpin menekankan keseimbangan antara imbalan dan risiko: keamanan dan kemampuan buat memindahkan uang ke luar negeri masih jadi perhatian utama, jadi banyak perusahaan bergerak hati-hati dan memperlakukan setiap langkah sebagai langkah yang disengaja dan informed.
Mereka yang mengikuti perkembangan berharap ada fase eksplorasi selama satu atau dua tahun ke depan, dengan beberapa proyek mungkin segera dimulai atau dalam proses renovasi jika kondisi terus membaik. Membangun kembali infrastruktur, transportasi, dan layanan pengunjung mungkin butuh beberapa tahun, tapi banyak yang di industri percaya ada permintaan jangka panjang yang nyata untuk hotel seiring komunitas dan pengunjung kembali.
Semoga Allah memberikan keselamatan dan kesuksesan kepada komunitas yang terdampak konflik dan membimbing upaya menuju rekonstruksi yang berkelanjutan dan adil.
https://www.thenationalnews.co