Analisis: Pergantian Juru Bicara Dinilai Tidak Efektif Tanpa Perubahan Sistem Komunikasi Pemerintah
URBAN JABAR - Sejumlah analisis menyatakan bahwa pergantian personil komunikasi di Istana Kepresidenan dinilai tidak akan efektif jika tidak diikuti dengan perubahan mendasar pada sistem komunikasi pemerintah. Menurut analisis tersebut, masalah utama terletak bukan pada siapa yang berbicara, melainkan pada cara negara berkomunikasi dengan publik.
Pemerintah sering kali dianggap terlambat, kaku, dan terkesan berbicara dari 'menara gading' dalam menyampaikan informasi. Sementara itu, opini publik telah terbentuk lebih dahulu melalui konten-konten yang cepat, emosional, dan viral. Di era algoritma saat ini, pemerintah dianggap masih beroperasi dengan logika komunikasi lama yang formal dan satu arah.
Akar persoalan dianalisis terletak pada ekosistem komunikasi baru yang cepat, cair, dan berbasis algoritma, di mana kecepatan, format yang menarik, dan distribusi masif menjadi kunci. Analisis menyarankan agar pemerintah fokus pada kecepatan respons, penggunaan format seperti video pendek dan visual yang kuat, serta melibatkan ribuan media lokal dan komunitas digital untuk distribusi narasi yang lebih efektif dan dekat dengan publik.
https://www.urbanjabar.com/new