saudara
Diterjemahkan otomatis

Usia Aisyah Tidak Pernah Jadi Masalah dalam Sejarah

Pada zaman itu, perempuan sering menikah antara umur 12 hingga 18 tahun, jadi mungkin umur 9 tahun memang lebih jarang-Allahu a'lam. Tapi lebih jarang bukan berarti itu mengejutkan atau salah. Usia beliau bahkan tidak dibahas atau dikritik sampai sekitar 200–400 tahun yang lalu. Kalau ada orang menikah di umur 18 tahun hari ini, memang kurang biasa tapi bukan berita yang mengejutkan banget. Enggak cuma itu, Nabi juga dikritik untuk hal-hal lain-bahkan ada yang bilang beliau penyihir atau kerasukan, astaghfirullah. Tapi sebagai muslim, kalau kita nggak takut ngomong bahwa orang-orang jahat menyebarkan tuduhan gila kayak gitu dulu, kenapa kita harus sembunyikan bahwa mereka mengkritik pernikahan beliau dengan Aisyah di umur 9 tahun? Nggak, sih, tapi jujur aja, nggak ada yang bikin itu jadi masalah besar sampai baru-baru ini. Coba dipikir: bahkan kalau non-muslim mengira kita menyembunyikan sesuatu, ya nggak apa-selama setidaknya 1.000 tahun itu bukan masalah. Nggak ada orang kafir yang bikin itu jadi masalah besar selama sepanjang milenium itu. Kalau kita 'menyembunyikan' bahwa orang-orang mengkritiknya, bukannya mereka bakal ngomongin itu dalam 100–200 tahun setelah Nabi wafat? Tapi nggak ada catatan sama sekali selama setidaknya 1.000 tahun yang mengkritik usia Aisyah. Kalau itu masalah besar banget, pasti ada orang kafir yang nulis kritikan keras dari awal. Muslim bukan satu-satunya yang ada; banyak non-muslim juga hidup dan nggak pernah mengkritik beliau untuk hal itu, padahal kita tahu betapa semangatnya mereka buat mengkritik Nabi Muhammad yang kita cintai. Karena usia menikah jadi topik panas dalam 400 tahun terakhir, ya wajar aja mereka bersemangat nyerang agama kita, astaghfirullah. Ini nunjukkin bahwa pernikahan dulu jauh berbeda. Aisyah menikah saat baligh-perempuan bisa aja baligh di umur 8 atau 9 tahun. Sekarang, kebanyakan anak 9 tahun memang belum siap menikah, tapi kesiapan tiap orang beda-beda. Untuk seorang lelaki berhubungan dengan perempuan, dia harus sudah baligh. Ada yang mungkin matang secara fisik di umur 8 tapi belum matang secara mental sampai umur 15, 20, atau bahkan 25-tergantung orangnya. Islam nggak punya hukum yang bilang perempuan HARUS menikah di umur 9, 10, 15, dsb. Sama kayak poligini: itu halal tapi nggak wajib. Cuma karena dulu lebih umum, bukan berarti itu jadi kewajiban; baik poligini maupun monogami itu halal. Intinya: jangan terjebak di situasi di mana orang-orang bikin usia Aisyah jadi masalah, apalagi karena itu hal yang baru banget. Kamu tahu apa lagi yang jadi aneh sekarang? Homoseksualitas yang dicela-padahal sepanjang sejarah itu selalu dikecam. Ikutilah kebenaran, bukan mereka yang coba mengalihkanmu dari Islam.

+18

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tepat. Orang-orang yang bertingkah seolah-olah ini adalah skandal dari awal sedang menulis ulang sejarah. Ini hanya jadi bahan pembicaraan ketika agenda tertentu membutuhkan pemecah belah.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar