Abu Dhabi melanjutkan ekspansi besar di Bandara Internasional Zayed - As-salamu alaykum
As-salamu alaykum. Abu Dhabi lagi nyusun rencana induk yang detail buat ngembangin Bandara Internasional Zayed, dan rencananya penggalian akan mulai dalam sekitar dua tahun ke depan pas Etihad bersiap untuk hampir menggandakan kapasitasnya dan kota ini berharap bisa nyambut lebih banyak pengunjung.
Pengelola bandara negara juga lagi merencanakan untuk ngumpulin data biometrik buat penumpang transit supaya antrean bisa berkurang dan bakal pakai kecerdasan buatan buat ningkatin efisiensi operasional, kata Elena Sorlini, direktur utama dan CEO Bandara Abu Dhabi.
Terminal A, yang dibuka dua tahun lalu, sekarang ini bisa nangani sekitar 45 juta penumpang dan rencananya mau ningkatin kapasitas itu ke arah 65 juta.
Bandara Internasional Zayed nangani 15,5 juta penumpang di paruh pertama tahun ini, dan Bu Sorlini bilang mereka udah sadar dari awal kalau ekspansi itu perlu. “Sebelum 2032 kami mau ekspansi ini siap, jadi kami udah kerja di rencana induk yang detail dan rencananya mau mulai menggali dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.
Bandara Abu Dhabi ekspektasi bakal nangani sekitar 32–33 juta penumpang tahun ini, naik dari 29,4 juta di 2024. Grup ini ngelola Zayed International plus Al Ain International, Al Bateen Executive, dan beberapa landasan pacu di pulau.
Etihad berencana untuk angkut sekitar 38 juta penumpang di 2030, naik dari target sebelumnya 33 juta, yang jadi pendorong untuk beberapa rencana pengembangan bandara.
Pengelola lagi ningkatin penggunaan biometrik dan meluasin ke penumpang transfer - yang udah dipake di beberapa titik dalam perjalanan - dan lagi ngelakuin uji coba sekarang dengan harapan peluncuran penuh tahun depan. Sekitar 60% dari lalu lintas bandara itu adalah penumpang transfer dan 40% point-to-point, jadi aliran biometrik yang lebih lancar dan non-intrusif seharusnya bantu kapasitas dan keamanan sambil ningkatin pengalaman penumpang.
Bandara Abu Dhabi juga lagi ngumpulin data pemangku kepentingan ke dalam satu sumber dan memetakan ke digital twin, yang bakal memungkinkan mereka pakai AI buat memprediksi kejadian di seluruh ekosistem bandara dan mengurangi gangguan bagi penumpang dan maskapai. Uji coba lagi dilakukan untuk mengidentifikasi kendala kapasitas atau keterlambatan yang berulang supaya bisa diatasi dan biaya bisa diturunkan.
Tujuannya adalah terus investasi di teknologi yang ningkatin perjalanan pelanggan - dari ritel dan lounge hingga penawaran yang dipersonalisasi - dan lebih bergantung pada aplikasi bandara buat ngasih tau penumpang di mana parkir, kapan check-in, panjang antrean, dan waktu ke gerbang supaya mereka bisa lebih santai dan menikmati perjalanan mereka.
Semoga Allah memudahkan dan menjaga perjalanan kita semua.
https://www.thenationalnews.co